Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1042 dan 1043

١٠٤٢ – حَدَّثَنَا أَصۡبَغُ قَالَ: أَخۡبَرَنِي ابۡنُ وَهۡبٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي عَمۡرٌو، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ الۡقَاسِمِ حَدَّثَهُ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّهُ كَانَ يُخۡبِرُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: (أَنَّ الشَّمۡسَ وَالۡقَمَرَ لَا يَخۡسِفَانِ لِمَوۡتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنۡ آيَاتِ اللهِ، فَإِذَا رَأَيۡتُمُوهُمَا فَصَلُّوا). [الحديث ١٠٤٢ – طرفه في: ٣٢٠١].
1042. Ashbagh telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepadaku, beliau berkata: ‘Amr mengabarkan kepadaku, dari ‘Abdurrahman ibnul Qasim menceritakan kepadanya, dari ayahnya, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma: Bahwa beliau mengabarkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan karena mati atau hidupnya seseorang. Akan tetapi dua gerhana itu adalah dua tanda di antara ayat-ayat Allah. Apabila kalian melihat dua gerhana itu, salatlah kalian.” 
١٠٤٣ – حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا هَاشِمُ بۡنُ الۡقَاسِمِ قَالَ: حَدَّثَنَا شَيۡبَانُ أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنۡ زِيَادِ بۡنِ عِلَاقَةَ، عَنِ الۡمُغِيرَةِ بۡنِ شُعۡبَةَ قَالَ: كَسَفَتِ الشَّمۡسُ عَلَى عَهۡدِ رَسُولِ اللهِ ﷺ يَوۡمَ مَاتَ إِبۡرَاهِيمُ، فَقَالَ النَّاسُ: كَسَفَتِ الشَّمۡسُ لِمَوۡتِ إِبۡرَاهِيمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّ الشَّمۡسَ وَالۡقَمَرَ لَا يَنۡكَسِفَانِ لِمَوۡتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيۡتُمۡ فَصَلُّوا وَادۡعُوا اللهَ). [الحديث ١٠٤٣ – طرفاه في: ١٠٦٠، ٦١٩٩].
1043. ‘Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Hasyim ibnul Qasim menceritakan kepada kami, beliau berkata: Syaiban Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, dari Ziyad bin ‘Ilaqah, dari Al-Mughirah bin Syu’bah, beliau berkata: Pernah terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Ibrahim meninggal. Orang-orang pun mengatakan: Gerhana matahari ini karena meninggalnya Ibrahim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya tidaklah gerhana matahari dan bulan terjadi karena mati atau hidupnya seseorang. Apabila kalian melihat, maka salatlah dan berdoalah kepada Allah.”