Shahih Muslim hadits nomor 111

١٧٨ - (١١١) - وَحَدَّثَنَا مُحمَّدُ بۡنُ رَافِعٍ وَعَبۡدُ بۡنُ حُميۡدٍ، جَمِيعًا عَنۡ عَبۡدِ الرَّزَّاقِ، قَالَ ابۡنُ رَافِعٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنِ ابۡنِ الۡمُسَيَّبِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، قَالَ: شَهِدۡنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ حُنَيۡنًا، فَقَالَ لِرَجُلٍ مِمَّنۡ يُدۡعَى بِالۡإِسۡلَامِ: (هَٰذَا مِنۡ أَهۡلِ النَّارِ). فَلَمَّا حَضَرۡنَا الۡقِتَالَ قَاتَلَ الرَّجُلُ قِتَالًا شَدِيدًا فَأَصَابَتۡهُ جِرَاحَةٌ. فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، الرَّجُلُ الَّذي قُلۡتَ لَهُ آنِفًا: (إِنَّهُ مِنۡ أَهۡلِ النَّارِ)، فَإِنَّهُ قَاتَلَ الۡيَوۡمَ قِتَالًا شَدِيدًا، وَقَدۡ مَاتَ. فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِلَى النَّارِ)! فَكَادَ بَعۡضُ الۡمُسۡلِمِينَ أَنۡ يَرۡتَابَ. فَبَيۡنَمَا هُمۡ عَلَى ذٰلِكَ إِذۡ قِيلَ: إِنَّهُ لَمۡ يَمُتۡ، وَلَٰكِنَّ بِهِ جِرَاحًا شَدِيدًا، فَلَمَّا كَانَ مِنَ اللَّيۡلِ لَمۡ يَصۡبِرۡ عَلَى الۡجِرَاحِ فَقَتَلَ نَفۡسَهُ، فَأُخۡبِرَ النَّبِيُّ ﷺ بِذٰلِكَ فَقَالَ: (اللهُ أَكۡبَرُ، أَشۡهَدُ أَنِّي عَبۡدُ اللهِ وَرَسُولُهُ)، ثُمَّ أَمَرَ بِلَالًا فَنَادَى فِي النَّاسِ: (إِنَّهُ لَا يَدۡخُلُ الۡجَنَّةَ إِلَّا نَفۡسٌ مُسۡلِمَةٌ، وَإِنَّ اللهَ يُؤَيِّدُ هَٰذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الۡفَاجِرِ). 
[البخاري: كتاب الجهاد، باب إن الله يؤيد الدين بالرجل الفاجر، رقم: ٢٨٩٧]. 
178. (111). Muhammad bin Rafi’ dan ‘Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami. Semuanya dari ‘Abdurrazzaq. Ibnu Rafi’ berkata: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ibnu Al-Musayyab, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan: Kami mengikuti perang Hunain bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berkata tentang seseorang yang termasuk dinyatakan beragama Islam, “Orang ini termasuk penduduk neraka.” Ketika kami menghadiri peperangan itu, ternyata orang tersebut berperang dengan gigih sehingga mengalami luka. Lalu, ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, lelaki yang tadi engkau katakan bahwa dia termasuk penduduk neraka, ternyata dia berperang sangat gigih pada hari ini dan dia telah meninggal.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia ke neraka.” Sebagian kaum muslimin hampir saja ragu. Ketika mereka masih seperti itu, tiba-tiba ada yang berkata, “Sesungguhnya dia belum meninggal, akan tetapi dia mengalami luka parah.” Lalu malamnya, dia tidak sabar terhadap lukanya sehingga membunuh dirinya. Hal itu dikabarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, “Allahu Akbar, aku bersaksi bahwa aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” Kemudian beliau memerintahkan Bilal agar menyeru kepada orang-orang, “Sesungguhnya tidak masuk surga kecuali jiwa yang berserah diri dan sesungguhnya Allah terkadang menguatkan agama ini dengan seseorang yang bermaksiat.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar