Dalil Mahabah

Syekh Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah di dalam kitab Al-Jami' li 'Ibadatillahi Wahdah berkata:

وَدَلِيلُ الۡمَحَبَّةِ: قَوۡلُهُ تَعَالَى: ﴿وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمۡ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ﴾ [البقرة: ١٦٥].
Dalil mahabah adalah firman Allah taala yang artinya, “Di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan yang mereka mencintainya seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat cinta kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 165)[1]


Syekh Shalih bin Fauzan bin 'Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah di dalam syarahnya berkata:

[1] ﴿وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ﴾ [البقرة: ١٦٥] لِأَنَّهُمۡ أَحَبُّوا اللهَ وَحۡدَهُ، وَلَمۡ يُحِبُّوا مَعَهُ غَيۡرَهُ، أَمَّا الۡمُشۡرِكُونَ فَإِنَّهُمۡ أَحَبُّوا مَعَ اللهِ غَيۡرَهُ؛ وَلِذٰلِكَ صَارُوا مُشۡرِكِينَ. 

Firman Allah yang artinya, “Sedangkan orang-orang yang beriman, mereka sangat cinta kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 165). Karena mereka mencintai Allah semata dan di samping mencintai Allah, mereka tidak mencintai selain Allah. Adapun orang-orang musyrik, mereka di samping mencintai Allah, juga mencintai selain Dia. Karena itulah mereka menjadi orang-orang musyrik.