Cari Blog Ini

Shahih Muslim hadits nomor 1212

١٣٥ – (١٢١٢) – حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَابۡنُ نُمَيۡرٍ. قَالَا: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ عَمۡرٍو: أَخۡبَرَهُ عَمۡرُو بۡنُ أَوۡسٍ: أَخۡبَرَنِي عَبۡدُ الرَّحۡمَٰنِ بۡنُ أَبِي بَكۡرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ أَمَرَهُ أَنۡ يُرۡدِفَ عَائِشَةَ، فَيُعۡمِرَهَا مِنَ التَّنۡعِيمِ.
135. (1212). Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari ‘Amr: ‘Amr bin Aus mengabarkan kepadanya: ‘Abdurrahman bin Abu Bakr mengabarkan kepadaku, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk memboncengkan ‘Aisyah dan membantunya untuk menunaikan umrah dari Tan’im.

Shahih Muslim hadits nomor 1210

١١٠ – (١٢١٠) – حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ مُحَمَّدُ بۡنُ عَمۡرٍو: حَدَّثَنَا جَرِيرُ بۡنُ عَبۡدِ الۡحَمِيدِ، عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ سَعِيدٍ، عَنۡ جَعۡفَرِ بۡنِ مُحَمَّدٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا فِي حَدِيثِ أَسۡمَاءَ بِنۡتِ عُمَيۡسٍ، حِينَ نُفِسَتۡ بِذِي الۡحُلَيۡفَةِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ أَمَرَ أَبَا بَكۡرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، فَأَمَرَهَا أَنۡ تَغۡتَسِلَ وَتُهِلَّ.
110. (1210). Abu Ghassan Muhammad bin ‘Amr telah menceritakan kepada kami: Jarir bin ‘Abdul Hamid menceritakan kepada kami, dari Yahya bin Sa’id, dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya, dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhuma tentang cerita Asma` bintu ‘Umais ketika beliau mengalami nifas di Dzul Hulaifah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu agar menyuruhnya untuk mandi lalu memulai ihram.

Shahih Muslim hadits nomor 1209

١٦ – بَابُ إِحۡرَامِ النُّفَسَاءِ وَاسۡتِحۡبَابِ اغۡتِسَالِهَا لِلۡإِحۡرَامِ وَكَذَا الۡحَائِضُ
16. Bab ihramnya wanita yang sedang nifas dan disukainya wanita tersebut mandi untuk ihram, demikian pula wanita yang sedang haid

١٠٩ – (١٢٠٩) – حَدَّثَنَا هَنَّادُ بۡنُ السَّرِيِّ وَزُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ وَعُثۡمَانُ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ. كُلُّهُمۡ عَنۡ عَبۡدَةَ. قَالَ زُهَيۡرٌ: حَدَّثَنَا عَبۡدَةُ بۡنُ سُلَيۡمَانَ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ بۡنِ الۡقَاسِمِ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا قَالَتۡ: نُفِسَتۡ أَسۡمَاءُ بِنۡتُ عُمَيۡسٍ بِمُحَمَّدِ بۡنِ أَبِي بَكۡرٍ، بِالشَّجَرَةِ، فَأَمَرَ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَبَا بَكۡرٍ يَأۡمُرُهَا أَنۡ تَغۡتَسِلَ وَتُهِلَّ.
109. (1209). Hannad ibnus Sari, Zuhair bin Harb, dan ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami. Mereka semuanya dari ‘Abdah. Zuhair berkata: ‘Abdah bin Sulaiman menceritakan kepada kami, dari ‘Ubaidullah bin ‘Umra, dari ‘Abdurrahman ibnul Qasim, dari ayahnya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan: Asma` bintu ‘Umais mengeluarkan nifas setelah melahirkan Muhammad bin Abu Bakr di Syajarah. Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Abu Bakr agar menyuruhnya untuk mandi lalu memulai ihram.

Shahih Muslim hadits nomor 1208

١٠٦ – (١٢٠٨) – وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَهَّابِ بۡنُ عَبۡدِ الۡمَجِيدِ وَأَبُو عَاصِمٍ وَمُحَمَّدُ بۡنُ بَكۡرٍ، عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ. (ح) وَحَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ – وَاللَّفۡظُ لَهُ -: أَخۡبَرَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَكۡرٍ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ جُرَيۡجٍ: أَخۡبَرَنِي أَبُو الزُّبَيۡرِ، أَنَّهُ سَمِعَ طَاوُسًا وَعِكۡرِمَةَ مَوۡلَى ابۡنِ عَبَّاسٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ ضُبَاعَةَ بِنۡتَ الزُّبَيۡرِ بۡنِ عَبۡدِ الۡمُطَّلِبِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا أَتَتۡ رَسُولَ اللهِ ﷺ فَقَالَتۡ: إِنِّي امۡرَأَةٌ ثَقِيلَةٌ، وَإِنِّي أُرِيدُ الۡحَجَّ، فَمَا تَأۡمُرُنِي؟ قَالَ: (أَهِلِّي بِالۡحَجِّ، وَاشۡتَرِطِي أَنَّ مَحِلِّي حَيۡثُ تَحۡبِسُنِي).
قَالَ: فَأَدۡرَكَتۡ.
106. (1208). Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahhab bin ‘Abdul Majid, Abu ‘Ashim, dan Muhammad bin Bakr menceritakan kepada kami, dari Ibnu Juraij. (Dalam riwayat lain) Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami –dan redaksi hadis ini milik beliau-: Muhammad bin Bakr mengabarkan kepada kami: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami: Abuz Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa beliau mendengar Thawus dan ‘Ikrimah maula Ibnu ‘Abbas, dari Ibnu ‘Abbas, bahwa Dhuba’ah bintuz Zubair bin ‘Abdul Muththalib radhiyallahu ‘anha mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya mengatakan: Sesungguhnya aku adalah wanita yang berbadan berat (karena sakit) namun aku ingin haji, lalu apa yang engkau perintahkan kepadaku? Beliau bersabda, “Mulailah bertalbiah untuk haji dan ajukan syarat bahwa tempat tahalulku di mana saja Engkau menahanku.”
Beliau berkata: Ternyata Dhuba’ah mampu menyempurnakan hajinya.
١٠٧ – (...) – حَدَّثَنَا هَارُونُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ: حَدَّثَنَا حَبِيبُ بۡنُ يَزِيدَ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ هَرِمٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ وَعِكۡرِمَةَ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، أَنَّ ضُبَاعَةَ أَرَادَتِ الۡحَجَّ، فَأَمَرَهَا النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ تَشۡتَرِطَ، فَفَعَلَتۡ ذٰلِكَ عَنۡ أَمۡرِ رَسُولِ اللهِ ﷺ.
107. Harun bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Abu Dawud Ath-Thayalisi menceritakan kepada kami: Habib bin Yazid menceritakan kepada kami, dari ‘Amr bin Harim, dari Sa’id bin Jubair dan ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Dhuba’ah ingin mengerjakan haji, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya agar mengajukan syarat. Lalu Dhuba’ah melakukan hal itu berdasarkan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
١٠٨ – (...) – وَحَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ وَأَبُو أَيُّوبَ الۡغَيۡلَانِيُّ وَأَحۡمَدُ بۡنُ خِرَاشٍ – قَالَ إِسۡحَاقُ: أَخۡبَرَنَا. وَقَالَ الۡآخَرَانِ: حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ، وَهُوَ عَبۡدُ الۡمَلِكِ بۡنُ عَمۡرٍو – حَدَّثَنَا رَبَاحٌ – وَهُوَ ابۡنُ أَبِي مَعۡرُوفٍ – عَنۡ عَطَاءٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ لِضُبَاعَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: (حُجِّي، وَاشۡتَرِطِي، أَنَّ مَحِلِّي حَيۡثُ تَحۡبِسُنِي).
وَفِي رِوَايَةِ إِسۡحَاقَ: أَمَرَ ضُبَاعَةَ.
108. Ishaq bin Ibrahim, Abu Ayyub Al-Ghailani, dan Ahmad bin Khirasy telah menceritakan kepada kami. –Ishaq berkata: Telah mengabarkan kepada kami. Dua orang yang lain berkata: Abu ‘Amir menceritakan kepada kami, beliau adalah ‘Abdul Malik bin ‘Amr-. Rabah bin Abu Ma’ruf menceritakan kepada kami dari ‘Atha`, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Dhuba’ah radhiyallahu ‘anha, “Berhajilah engkau dan ajukan syarat bahwa tempat tahalulku di mana saja Engkau menghalangiku.”
Di dalam riwayat Ishaq: Nabi memerintahkan Dhuba’ah.

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 3355

٣٣٥٥ – حَدَّثَنِي بَيَانُ بۡنُ عَمۡرٍو: حَدَّثَنَا النَّضۡرُ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ عَوۡنٍ، عَنۡ مُجَاهِدٍ: أَنَّهُ سَمِعَ ابۡنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، وَذَكَرُوا لَهُ الدَّجَّالَ بَيۡنَ عَيۡنَيۡهِ مَكۡتُوبٌ كَافِرٌ، أَوۡ: ك ف ر، قَالَ: لَمۡ أَسۡمَعۡهُ، وَلَكِنَّهُ قَالَ: (أَمَّا إِبۡرَاهِيمُ فَانۡظُرُوا إِلَى صَاحِبِكُمۡ، وَأَمَّا مُوسَى فَجَعۡدٌ آدَمٌ، عَلَى جَمَلٍ أَحۡمَرَ، مَخۡطُومٍ بِخُلۡبَةٍ، كَأَنِّي أَنۡظُرُ إِلَيۡهِ انۡحَدَرَ فِي الۡوَادِي). [طرفه في: ١٥٥٥].
3355. Bayan bin ‘Amr telah menceritakan kepadaku: An-Nadhr menceritakan kepada kami: Ibnu ‘Aun mengabarkan kepada kami, dari Mujahid: Bahwa beliau mendengar Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Mereka menyebutkan kepada Ibnu ‘Abbas bahwa Dajjal di antara kedua matanya tertulis “kafir” atau huruf hijaiah kaf fa ra. Ibnu ‘Abbas mengatakan: Aku belum mendengarnya. Akan tetapi Nabi bersabda, “Adapun Ibrahim, maka lihatlah kepada sahabat kalian. Adapun Musa, beliau berambut keriting, berkulit coklat, di atas unta merah yang dikekang dengan tali dari kulit pohon kurma, seakan-akan aku melihatnya sedang turun di lembah.”