Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7417

٢١ - بَابٌ ﴿قُلۡ أَيُّ شَيۡءٍ أَكۡبَرُ شَهَادَةً﴾ [الأنعام: ١٩]
21. Bab “Katakanlah: Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” (QS Al-An’am: 19)


وَسَمَّى اللهُ تَعَالَى نَفۡسَهُ شَيۡئًا، وَسَمَّى النَّبِيُّ ﷺ الۡقُرۡآنَ شَيۡئًا، وَهُوَ صِفَةٌ مِنۡ صِفَاتِ اللهِ.

وَقَالَ: ﴿كُلُّ شَيۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُ﴾ [القصص: ٨٨].

Allah taala menyebut dirinya dengan syai` (sesuatu). Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menamakan Al-Qur’an dengan syai` (sesuatu) dan Al-Qur’an adalah salah satu sifat Allah.

Allah berfirman, “Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya.” (QS Al-Qasas: 88).

٧٤١٧ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ أَبِي حَازِمٍ، عَنۡ سَهۡلِ بۡنِ سَعۡدٍ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِرَجُلٍ: (أَمَعَكَ مِنَ الۡقُرۡآنِ شَيۡءٌ؟) قَالَ: نَعَمۡ سُورَةُ كَذَا وَسُورَةُ كَذَا، لِسُوَرٍ سَمَّاهَا. [طرفه في: ٢٣١٠].

7417. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa’d:

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya kepada seorang pria, “Apakah engkau punya hafalan Al-Qur’an?”

Pria itu menjawab, “Iya. Surah ini dan surah ini.” Dia menyebutkan nama beberapa surah.

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 3738

٢٢ - بَابُ مَنَاقِبِ أَبِي مُحَمَّدٍ طَلۡحَةَ بۡنِ عُبَيۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ
22. Bab Keutamaan Abu Muhammad Thalhah bin ‘Ubaidullah—radhiyallahu ‘anhu


٣٧٣٨ - (حسن) حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الۡأَشَجُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يُونُسُ بۡنُ بُكَيۡرٍ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ إِسۡحَاقَ، عَنۡ يَحۡيَى ابۡنِ عَبَّادِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الزُّبَيۡرِ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ جَدِّهِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الزُّبَيۡرِ، عَنِ الزُّبَيۡرِ، قَالَ: كَانَ عَلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ يَوۡمَ أُحُدٍ دِرۡعَانِ فَنَهَضَ إِلَى صَخۡرَةٍ فَلَمۡ يَسۡتَطِعۡ فَأَقۡعَدَ تَحۡتَهُ طَلۡحَةَ فَصَعِدَ النَّبِيُّ ﷺ حَتَّى اسۡتَوَى عَلَى الصَّخۡرَةِ، فَقَالَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (أَوۡجَبَ طَلۡحَةُ). هٰذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ. [مضى برقم (١٦٩٢)].

3738. [Hasan] Abu Sa’id Al-Asyajj telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Yunus bin Bukair menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Yahya bin ‘Abbad bin ‘Abdullah bin Az-Zubair, dari ayahnya, dari kakeknya, yaitu ‘Abdullah bin Az-Zubair, dari Az-Zubair.

Beliau mengatakan: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memakai dua zirah pada perang Uhud, lalu beliau mencoba menaiki sebuah batu besar namun tidak bisa. Lalu beliau mendudukkan Thalhah di bawahnya, kemudian Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mendaki hingga berhasil naik di atas batu besar itu.

Az-Zubair berkata: Aku mendengar Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Thalhah wajib (masuk janah).”

Ini hadis hasan sahih garib.

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 1692

١٧ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الدِّرۡعِ
17. Bab Riwayat tentang Zirah


١٦٩٢ - (حسن) حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الۡأَشَجُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يُونُسُ بۡنُ بُكَيۡرٍ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ إِسۡحَاقَ، عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ عَبَّادِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الزُّبَيۡرِ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ جَدِّهِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الزُّبَيۡرِ، عَنِ الزُّبَيۡرِ بۡنِ الۡعَوَّامِ، قَالَ: كَانَ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ دِرۡعَانِ يَوۡمَ أُحُدٍ، فَنَهَضَ إِلَى الصَّخۡرَةِ فَلَمۡ يَسۡتَطِعۡ، فَأَقۡعَدَ طَلۡحَةَ تَحۡتَهُ فَصَعِدَ النَّبِيُّ ﷺ عَلَيۡهِ حَتَّى اسۡتَوَى عَلَى الصَّخۡرَةِ. فَقَالَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (أَوۡجَبَ طَلۡحَةُ). وَفِي الۡبَابِ عَنۡ صَفۡوَانَ بۡنِ أُمَيَّةَ، وَالسَّائِبِ بۡنِ يَزِيدَ. وَهٰذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعۡرِفُهُ إِلَّا مِنۡ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بۡنِ إِسۡحَاقَ. [(المشكاة)(٦١١٢)، (مختصر الشمائل)(٨٩)، (صحيح أبي داود)(٢٣٣٢)].

1692. [Hasan] Abu Sa’id Al-Asyajj telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Yunus bin Bukair menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Yahya bin ‘Abbad bin ‘Abdullah bin Az-Zubair, dari ayahnya, dari kakeknya, yaitu ‘Abdullah bin Az-Zubair, dari Az-Zubair bin Al-‘Awwam.

Beliau mengatakan: Ketika perang Uhud, Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memakai dua zirah, lalu beliau mencoba naik ke atas batu besar namun tidak bisa. Lalu beliau mendudukkan Thalhah di bawahnya lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—naik ke atasnya hingga berhasil naik ke atas batu besar itu.

Az-Zubair berkata: Aku mendengar Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Thalhah wajib (masuk janah).”

Di dalam bab ini ada riwayat dari Shafwan bin Umayyah dan As-Sa`ib bin Yazid. Ini adalah hadis hasan garib yang tidak kami ketahui kecuali dari hadis Muhammad bin Ishaq.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7416

٢٠ - بَابُ قَوۡلِ النَّبِيِّ ﷺ: (لَا شَخۡصَ أَغۡيَرُ مِنَ اللهِ)
20. Bab Sabda Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah”


وَقَالَ عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ عَمۡرٍو عَنۡ عَبۡدِ الۡمَلِكِ: لَا شَخۡصَ أَغۡيَرُ مِنَ اللهِ.

‘Ubaidullah bin ‘Amr berkata dari ‘Abdul Malik, “Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah.”

٧٤١٦ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡمَلِكِ، عَنۡ وَرَّادٍ كَاتِبِ الۡمُغِيرَةِ، عَنِ الۡمُغِيرَةِ قَالَ: قَالَ سَعۡدُ بۡنُ عُبَادَةَ: لَوۡ رَأَيۡتُ رَجُلًا مَعَ امۡرَأَتِي لَضَرَبۡتُهُ بِالسَّيۡفِ غَيۡرَ مُصۡفَحٍ، فَبَلَغَ ذٰلِكَ رَسُولَ اللهِ ﷺ فَقَالَ: (تَعۡجَبُونَ مِنۡ غَيۡرَةِ سَعۡدٍ، وَاللهِ لَأَنَا أَغۡيَرُ مِنۡهُ، وَاللهُ أَغۡيَرُ مِنِّي، وَمِنۡ أَجۡلِ غَيۡرَةِ اللهِ حَرَّمَ الۡفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ، وَلَا أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيۡهِ الۡعُذۡرُ مِنَ اللهِ، وَمِنۡ أَجۡلِ ذٰلِكَ بَعَثَ الۡمُبَشِّرِينَ وَالۡمُنۡذِرِينَ، وَلَا أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيۡهِ الۡمِدۡحَةُ مِنَ اللهِ، وَمِنۡ أَجۡلِ ذٰلِكَ وَعَدَ اللهُ الۡجَنَّةَ) [طرفه في: ٦٨٤٦].

7416. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Awanah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Malik menceritakan kepada kami dari Warrad juru tulis Al-Mughirah, dari Al-Mughirah. Beliau berkata:

Sa’d bin ‘Ubadah berkata, “Kalau aku melihat ada seorang pria bersama dengan istriku, niscaya aku akan menebasnya dengan pedang bukan pada sisi tumpulnya.”

Perkataannya sampai kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu beliau berkata, “Kalian takjub dengan kecemburuan Sa’d?! Demi Allah, aku lebih cemburu daripada dia dan Allah lebih cemburu daripada aku. Karena kecemburuan Allah itulah, Dia mengharamkan perbuatan-perbuatan keji yang tampak maupun yang batin. Tidak ada satupun yang lebih menyukai hujah daripada Allah. Oleh karenanya, Allah mengutus para pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Tidak ada satupun yang lebih menyukai pujian daripada Allah. Oleh karenanya, Allah memberi janji janah.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7414 dan 7415

٧٤١٤ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: سَمِعَ يَحۡيَى بۡنَ سَعِيدٍ، عَنۡ سُفۡيَانَ: حَدَّثَنِي مَنۡصُورٌ وَسُلَيۡمَانُ، عَنۡ إِبۡرَاهِيمَ، عَنۡ عَبِيدَةَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ، أَنَّ يَهُودِيًّا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ اللهَ يُمۡسِكُ السَّمَوَاتِ عَلَى إِصۡبَعٍ، وَالۡأَرَضِينَ عَلَى إِصۡبَعٍ، وَالۡجِبَالَ عَلَى إِصۡبَعٍ، وَالشَّجَرَ عَلَى إِصۡبَعٍ، وَالۡخَلَائِقَ عَلَى إِصۡبَعٍ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الۡمَلِكُ. فَضَحِكَ رَسُولُ اللهِ ﷺ حَتَّى بَدَتۡ نَوَاجِذُهُ، ثُمَّ قَرَأَ: ﴿وَمَا قَدَرُوا اللهَ حَقَّ قَدۡرِهِ﴾‏ [الزمر: ٦٧]. قَالَ يَحۡيَى بۡنُ سَعِيدٍ: وَزَادَ فِيهِ فُضَيۡلُ بۡنُ عِيَاضٍ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، عَنۡ إِبۡرَاهِيمَ، عَنۡ عَبِيدَةَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ: فَضَحِكَ رَسُولُ اللهِ ﷺ تَعَجُّبًا وَتَصۡدِيقًا لَهُ. [طرفه في: ٤٨١١].

7414. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Beliau mendengar Yahya bin Sa’id dari Sufyan: Manshur dan Sulaiman menceritakan kepadaku dari Ibrahim, dari ‘Abidah, dari ‘Abdullah:

Seorang Yahudi datang kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—seraya berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah memegang langit-langit di atas satu jari, bumi di atas satu jari, gunung-gunung di atas satu jari, pepohonan di atas satu jari, dan makhluk-makhluk di atas satu jari, kemudian Dia berkata, ‘Aku adalah raja.’”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tertawa hingga gigi-gigi gerahamnya terlihat. Kemudian beliau membaca ayat, “Mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya.” (QS Az-Zumar: 67).

Yahya bin Sa’id berkata: Fudhail bin ‘Iyadh menambahkan padanya dari Manshur, dari Ibrahim, dari ‘Abidah, dari ‘Abdullah: Lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tertawa karena takjub dan membenarkannya.

٧٤١٥ - حَدَّثَنَا عُمَرُ بۡنُ حَفۡصِ بۡنِ غِيَاثٍ: حَدَّثَنَا أَبِي: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ: سَمِعۡتُ إِبۡرَاهِيمَ قَالَ: سَمِعۡتُ عَلۡقَمَةَ يَقُولُ: قَالَ عَبۡدُ اللهِ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ مِنۡ أَهۡلِ الۡكِتَابِ فَقَالَ: يَا أَبَا الۡقَاسِمِ، إِنَّ اللهَ يُمۡسِكُ السَّمَوَاتِ عَلَى إِصۡبَعٍ، وَالۡأَرَضِينَ عَلَى إِصۡبَعٍ، وَالشَّجَرَ وَالثَّرَى عَلَى إِصۡبَعٍ، وَالۡخَلَائِقَ عَلَى إِصۡبَعٍ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الۡمَلِكُ أَنَا الۡمَلِكُ. فَرَأَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتۡ نَوَاجِذُهُ، ثُمَّ قَرَأَ: ﴿وَمَا قَدَرُوا اللهَ حَقَّ قَدۡرِهِ﴾. [طرفه في: ٤٨١١].

7415. ‘Umar bin Hafsh bin Ghiyats telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami: Aku mendengar Ibrahim berkata: Aku mendengar ‘Alqamah berkata: ‘Abdullah berkata:

Seorang pria dari ahli kitab mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—seraya berkata, “Wahai Abu Al-Qasim, sesungguhnya Allah memegang langit-langit di atas satu jari, bumi di atas satu jari, pepohonan dan tanah di atas satu jari, dan makhluk-makhluk di atas satu jari, kemudian berkata, ‘Aku adalah raja. Aku adalah raja.’”

Lalu aku melihat Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tertawa hingga gigi-gigi gerahamnya terlihat, kemudian membaca ayat, “Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya.”