Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2414

٢ - بَابُ مَنۡ رَدَّ أَمۡرَ السَّفِيهِ وَالضَّعِيفِ الۡعَقۡلِ، وَإِنۡ لَمۡ يَكُنۡ حَجَرَ عَلَيۡهِ الۡإِمَامُ
2. Bab Orang yang Membatalkan Tindakan Orang yang Kurang Akal dan Lemah Akalnya, Meskipun Pemimpin Belum Menetapkan Pelarangan Transaksi atas Dirinya


وَيُذۡكَرُ عَنۡ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: رَدَّ عَلَى الۡمُتَصَدِّقِ قَبۡلَ النَّهۡيِ ثُمَّ نَهَاهُ.

Disebutkan dari Jabir—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—: Beliau membatalkan tindakan orang yang bersedekah sebelum adanya larangan (secara resmi), kemudian baru beliau melarangnya.

وَقَالَ مَالِكٌ: إِذَا كَانَ لِرَجُلٍ عَلَى رَجُلٍ مَالٌ، وَلَهُ عَبۡدٌ لَا شَيۡءَ لَهُ غَيۡرُهُ فَأَعۡتَقَهُ، لَمۡ يَجُزۡ عِتۡقُهُ.

Malik berkata: Apabila seorang laki-laki memiliki utang harta kepada orang lain dan ia memiliki seorang budak yang mana ia tidak mempunyai harta selain budak tersebut, lalu ia memerdekakannya, maka pemerdekaan budaknya itu tidak diperbolehkan.

٣ - بَابُ مَنۡ بَاعَ عَلَى الضَّعِيفِ وَنَحۡوِهِ، فَدَفَعَ ثَمَنَهُ إِلَيۡهِ، وَأَمَرَهُ بِالۡإِصۡلَاحِ وَالۡقِيَامِ بِشَأۡنِهِ، فَإِنۡ أَفۡسَدَ بَعۡدُ مَنَعَهُ، لِأَنَّ النَّبِيَّ ﷺ نَهَى عَنۡ إِضَاعَةِ الۡمَالِ، وَقَالَ لِلَّذِي يُخۡدَعُ فِي الۡبَيۡعِ: (إِذَا بَايَعۡتَ فَقُلۡ لَا خِلَابَةَ)، وَلَمۡ يَأۡخُذِ النَّبِيُّ ﷺ مَالَهُ
3. Bab Orang yang Menjualkan (Aset) Milik Orang yang Lemah Akalnya dan yang Semisal dengannya, Lalu Menyerahkan Uang Hasil Penjualannya Kepadanya, Serta Memerintahkannya untuk Mengelola dan Mengurus Urusannya dengan Baik; Namun Jika Setelah Itu Ia Melakukan Kerusakan, Maka Ia Melarangnya, Karena Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—Melarang dari Tindakan Menyia-nyiakan Harta, dan Beliau Bersabda kepada Orang yang Selalu Tertipu dalam Jual Beli, “Apabila Kamu Berjual Beli, Maka Katakanlah: ‘Tidak Ada Penipuan,’” dan Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—Tidak Mengambil Hartanya


٢٤١٤ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ بۡنُ مُسۡلِمٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ دِينَارٍ قَالَ: سَمِعۡتُ ابۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: كَانَ رَجُلٌ يُخۡدَعُ فِي الۡبَيۡعِ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ: (إِذَا بَايَعۡتَ فَقُلۡ: لَا خِلَابَةَ). فَكَانَ يَقُولُهُ. [طرفه في: ٢١١٧].

2414. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul ‘Aziz bin Muslim menceritakan kepada kami: ‘Abdullah bin Dinar menceritakan kepada kami. Ia berkata: Aku mendengar Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—berkata:

Ada seorang laki-laki yang selalu tertipu dalam jual beli, maka Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda kepadanya, “Apabila kamu berjual beli, maka katakanlah: ‘Tidak ada penipuan.’” Maka laki-laki itu pun selalu mengucapkannya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2407

١٩ - بَابُ مَا يُنۡهَى عَنۡ إِضَاعَةِ الۡمَالِ
19. Bab Menyia-nyiakan Harta yang Dilarang


وَقَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَاللهُ لَا يُحِبُّ الۡفَسَادَ﴾ [البقرة: ٢٠٥]، وَ﴿إِنَّ اللهَ لَا يُصۡلِحُ عَمَلَ الۡمُفۡسِدِينَ﴾ [يونس: ٨١]، وَقَالَ فِي قَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿أَصَلَوَاتُكَ تَأۡمُرُكَ أَنۡ نَتۡرُكَ مَا يَعۡبُدُ آبَاؤُنَا أَوۡ أَنۡ نَفۡعَلَ فِي أَمۡوَالِنَا مَا نَشَاءُ﴾ [هود: ٨٧]، وَقَالَ تَعَالَى: ﴿وَلَا تُؤۡتُوا السُّفَهَاءَ أَمۡوَالَكُمۡ﴾ [النساء: ٥]. وَالۡحَجۡرِ فِي ذٰلِكَ، وَمَا يُنۡهَى عَنِ الۡخِدَاعِ.

Dan firman Allah taala: “Dan Allah tidak menyukai kerusakan.” (QS Al-Baqarah: 205), dan “Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS Yunus: 81), dan beliau berkata mengenai firman Allah taala: “Apakah salatmu menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki pada harta kami?” (QS Hud: 87), dan Allah taala berfirman, “Dan janganlah kalian serahkan harta kalian kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya.” (QS An-Nisa’: 5). Dan (bab) tentang al-hajr (pelarangan pengelolaan harta) dalam urusan tersebut, serta apa yang dilarang dari tindakan penipuan.

٢٤٠٧ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ دِينَارٍ: سَمِعۡتُ ابۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ ﷺ: إِنِّي أُخۡدَعُ فِي الۡبُيُوعِ، فَقَالَ: (إِذَا بَايَعۡتَ فَقُلۡ لَا خِلَابَةَ). فَكَانَ الرَّجُلُ يَقُولُهُ. [طرفه في: ٢١١٧].

2407. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari ‘Abdullah bin Dinar: Aku mendengar Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—berkata:

Seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Sesungguhnya aku selalu tertipu dalam jual beli.”

Maka beliau bersabda, “Apabila kamu berjual beli, maka katakanlah: ‘Tidak ada penipuan.’”

Maka laki-laki itu pun selalu mengucapkannya.

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 241

٦٦ - بَابُ مَا جَاءَ فِي فَضۡلِ التَّكۡبِيرَةِ الۡأُولَى
66. Bab Riwayat Tentang Keutamaan Takbiratulihram


٢٤١ - (حسن) حَدَّثَنَا عُقۡبَةُ بۡنُ مُكۡرَمٍ وَنَصۡرُ بۡنُ عَلِيٍّ الۡجَهۡضَمِيُّ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو قُتَيۡبَةَ سَلۡمُ بۡنُ قُتَيۡبَةَ، عَنۡ طُعۡمَةَ بۡنِ عَمۡرٍو، عَنۡ حَبِيبِ بۡنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (مَنۡ صَلَّى لِلهِ أَرۡبَعِينَ يَوۡمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدۡرِكُ التَّكۡبِيرَةَ الۡأُولَى كُتِبَتۡ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ). وَقَدۡ رُوِيَ هٰذَا الۡحَدِيثُ عَنۡ أَنَسٍ مَوۡقُوفًا، وَلَا أَعۡلَمُ أَحَدًا رَفَعَهُ إِلَّا مَا رَوَى سَلۡمُ بۡنُ قُتَيۡبَةَ عَنۡ طُعۡمَةَ بۡنِ عَمۡرٍو، عَنۡ حَبِيبِ بۡنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنۡ أَنَسٍ. وَإِنَّمَا يُرۡوَى هٰذَا الۡحَدِيثُ عَنۡ حَبِيبِ بۡنِ أَبِي حَبِيبٍ الۡبَجَلِيِّ عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ قَوۡلُهُ. [(التعليق الرغيب)(١/١٥١)، (الصحيحة)(٢٦٥٢)].

241. [Hasan] ‘Uqbah bin Mukram dan Nashr bin ‘Ali Al-Jahdhami telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Abu Qutaibah Salm bin Qutaibah menceritakan kepada kami dari Thu’mah bin ‘Amr, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Anas bin Malik. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa yang salat karena Allah selama empat puluh hari secara berjemaah dengan mendapati takbiratulihram, niscaya dicatat baginya dua kebebasan: kebebasan dari neraka dan kebebasan dari kemunafikan.”

Hadis ini telah diriwayatkan pula dari Anas secara maukuf dan aku tidak mengetahui seorang pun yang memarfukkannya selain riwayat Salm bin Qutaibah, dari Thu’mah bin ‘Amr, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Anas. Sesungguhnya hadis ini hanyalah diriwayatkan dari Habib bin Abu Habib Al-Bajali, dari Anas bin Malik berupa perkataannya (maukuf).

٢٤١ (م) - حَدَّثَنَا بِذٰلِكَ هَنَّادٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنۡ خَالِدِ بۡنِ طَهۡمَانَ، عَنۡ حَبِيبِ بۡنِ أَبِي حَبِيبٍ الۡبَجَلِيِّ، عَنۡ أَنَسٍ نَحۡوَهُ وَلَمۡ يَرۡفَعۡهُ. وَرَوَى إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ عَيَّاشٍ هٰذَا الۡحَدِيثَ عَنۡ عُمَارَةَ بۡنِ غَزِيَّةَ عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ عَنۡ عُمَرَ بۡنِ الۡخَطَّابِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ نَحۡوَ هٰذَا. وَهٰذَا حَدِيثٌ غَيۡرُ مَحۡفُوظٍ، هُوَ حَدِيثٌ مُرۡسَلٌ، وَعُمَارَةُ بۡنُ غَزِيَّةَ لَمۡ يُدۡرِكۡ أَنَسَ بۡنَ مَالِكٍ. قَالَ مُحَمَّدُ بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَبِيبُ بۡنُ أَبِي حَبِيبٍ يُكۡنَى: أَبَا الۡكَشُوثَا، وَيُقَالُ: أَبُو عُمَيۡرَةَ.

241. Hannad telah menceritakan hadis itu kepada kami. Ia berkata: Waki’ telah menceritakan kepada kami dari Khalid bin Thahman, dari Habib bin Abu Habib Al-Bajali, dari Anas, yang semisal dengannya dan ia tidak memarfukkannya. Isma’il bin ‘Ayyasy meriwayatkan hadis ini dari ‘Umarah bin Ghaziyyah, dari Anas bin Malik, dari ‘Umar bin Al-Khaththab, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—yang semisal dengan ini. Namun, ini adalah hadis yang ghairu mahfuzh (tidak terjaga), ia merupakan hadis mursal, dan ‘Umarah bin Ghaziyyah tidak mendapati masa Anas bin Malik. Muhammad bin Isma’il berkata: Habib bin Abu Habib memiliki kunyah: Abu Al-Kasyutsa, dan dikatakan pula: Abu ‘Umairah.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2611

٢٦ - بَابٌ إِذَا وَهَبَ بَعِيرًا لِرَجُلٍ وَهُوَ رَاكِبُهُ فَهُوَ جَائِزٌ
26. Bab Apabila Menghibahkan Seekor Unta kepada Seseorang Padahal Orang yang Dihibahi Sedang Menungganginya, Hal Itu Diperbolehkan


٢٦١١ - وَقَالَ الۡحُمَيۡدِيُّ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ: حَدَّثَنَا عَمۡرٌو، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي سَفَرٍ، وَكُنۡتُ عَلَى بَكۡرٍ صَعۡبٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِعُمَرَ: (بِعۡنِيهِ). فَابۡتَاعَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (هُوَ لَكَ يَا عَبۡدَ اللهِ). [طرفه في: ٢١١٥].

2611. Al-Humaidi berkata: Sufyan menceritakan kepada kami: ‘Amr menceritakan kepada kami dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata:

Kami pernah bersama Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam sebuah perjalanan dan aku menunggangi seekor unta muda yang sulit dikendalikan. Lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepada ‘Umar, “Juallah unta itu kepadaku!”

Maka beliau membelinya, kemudian Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Unta ini milikmu, wahai ‘Abdullah.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2610

٢٦١٠ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدٍ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عُيَيۡنَةَ، عَنۡ عَمۡرٍو، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّهُ كَانَ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي سَفَرٍ، فَكَانَ عَلَى بَكۡرٍ لِعُمَرَ صَعۡبٍ، فَكَانَ يَتَقَدَّمُ النَّبِيَّ ﷺ، فَيَقُولُ أَبُوهُ: يَا عَبۡدَ اللهِ، لَا يَتَقَدَّمُ النَّبِيَّ ﷺ أَحَدٌ. فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ: (بِعۡنِيهِ). فَقَالَ عُمَرُ: هُوَ لَكَ، فَاشۡتَرَاهُ، ثُمَّ قَالَ: (هُوَ لَكَ يَا عَبۡدَ اللهِ، فَاصۡنَعۡ بِهِ مَا شِئۡتَ). [طرفه في: ٢١١٥].

2610. ‘Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami: Ibnu ‘Uyainah menceritakan kepada kami dari ‘Amr, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—:

Ia pernah bersama Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam sebuah perjalanan dan ia menunggangi seekor unta muda milik ‘Umar yang sulit dikendalikan, lalu unta itu mendahului Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Maka ayahnya berkata, “Wahai ‘Abdullah, tidak boleh ada seorang pun yang mendahului Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.”

Lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepada ‘Umar, “Juallah unta itu kepadaku!”

‘Umar berkata, “Unta itu milikmu.”

Lalu beliau membelinya, kemudian beliau bersabda, “Unta ini milikmu, wahai ‘Abdullah, maka perbuatlah sesukamu terhadapnya.”