Shahih Muslim hadits nomor 1327

٦٧ - بَابُ وُجُوبِ طَوَافِ الۡوَدَاعِ وَسُقُوطِهِ عَنِ الۡحَائِضِ
67. Bab wajibnya tawaf wada dan gugur kewajibannya dari wanita yang sedang haid

٣٧٩ - (١٣٢٧) - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ مَنۡصُورٍ وَزُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ. قَالَا: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ سُلَيۡمَانَ الۡأَحۡوَلِ، عَنۡ طَاوُسٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ النَّاسُ يَنۡصَرِفُونَ فِي كُلِّ وَجۡهٍ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا يَنۡفِرَنَّ أَحَدٌ حَتَّىٰ يَكُونَ آخِرُ عَهۡدِهِ بِالۡبَيۡتِ).
قَالَ زُهَيۡرٌ: يَنۡصَرِفُونَ كُلَّ وَجۡهٍ. وَلَمۡ يَقُلۡ: فِي.
379. (1327). Sa’id bin Manshur dan Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Sulaiman Al-Ahwal, dari Thawus, dari Ibnu ‘Abbas, beliau mengatakan: Dahulu, orang-orang pulang haji (selesai hari-hari Mina) dari berbagai arah. Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan sampai seorang pun pulang sehingga akhir kegiatan hajinya adalah (tawaf) di Kakbah.”
Zuhair berkata: yansharifuna kulla wajhin dan beliau tidak menyebutkan kata fi.