Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6333

٦٣٣٣ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ، عَنۡ قَيۡسٍ قَالَ: سَمِعۡتُ جَرِيرًا قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَلَا تُرِيحُنِي مِنۡ ذِي الۡخَلَصَةِ؟). وَهُوَ نُصُبٌ كَانُوا يَعۡبُدُونَهُ، يُسَمَّى الۡكَعۡبَةَ الۡيَمَانِيَةَ، قُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي رَجُلٌ لَا أَثۡبُتُ عَلَى الۡخَيۡلِ، فَصَكَّ فِي صَدۡرِي، فَقَالَ: (اللّٰهُمَّ ثَبِّتۡهُ، وَاجۡعَلۡهُ هَادِيًا مَهۡدِيًّا). قَالَ: فَخَرَجۡتُ فِي خَمۡسِينَ مِنۡ أَحۡمَسَ مِنۡ قَوۡمِي، وَرُبَّمَا قَالَ سُفۡيَانُ: فَانۡطَلَقۡتُ فِي عُصۡبَةٍ مِنۡ قَوۡمِي فَأَتَيۡتُهَا فَأَحۡرَقۡتُهَا، ثُمَّ أَتَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ فَقُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَاللهِ مَا أَتَيۡتُكَ حَتَّى تَرَكۡتُهَا مِثۡلَ الۡجَمَلِ الۡأَجۡرَبِ، فَدَعَا لِأَحۡمَسَ وَخَيۡلِهَا. [طرفه في: ٣٠٢٠].

6333. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari Isma’il, dari Qais. Beliau berkata: Aku mendengar Jarir berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepadaku, “Tidakkah engkau bisa mengistirahatkanku dari Dzu Al-Khalashah?” Yaitu berhala-berhala yang diibadahi yang dijuluki Ka’bah Yamaniyah.

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah orang yang tidak bisa mapan di atas kuda.”

Beliau menepuk dadaku seraya berdoa, “Ya Allah, mapankan dia dan jadikan dia pemberi petunjuk lagi mendapat petunjuk!”

Jarir berkata: Aku berangkat bersama lima puluh orang kabilah Ahmas dari kaumku. Bisa jadi Sufyan berkata: Aku berangkat bersama rombongan kaumku. Aku mendatangi Dzu Al-Khalashah, lalu aku membakarnya. Kemudian aku mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah, tidaklah aku datang kepadaku sampai aku telah meninggalkan Dzu Al-Khalashah seperti unta yang kudisan.”

Rasulullah lalu mendoakan kebaikan untuk kabilah Ahmas dan kuda-kudanya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4355, 4356, dan 4357

٦٤ - بَابٌ غَزۡوَةُ ذِي الۡخَلَصَةِ
64. Bab perang Dzu Al-Khalashah


٤٣٥٥ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ: حَدَّثَنَا بَيَانٌ، عَنۡ قَيۡسٍ، عَنۡ جَرِيرٍ قَالَ: كَانَ بَيۡتٌ فِي الۡجَاهِلِيَّةِ يُقَالُ لَهُ ذُو الۡخَلَصَةِ، وَالۡكَعۡبَةُ الۡيَمَانِيَةُ، وَالۡكَعۡبَةُ الشَّأۡمِيَّةُ، فَقَالَ لِي النَّبِيُّ ﷺ: (أَلَا تُرِيحُنِي مِنۡ ذِي الۡخَلَصَةِ؟) فَنَفَرۡتُ فِي مِائَةٍ وَخَمۡسِينَ رَاكِبًا، فَكَسَرۡنَاهُ، وَقَتَلۡنَا مَنۡ وَجَدۡنَا عِنۡدَهُ، فَأَتَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ فَأَخۡبَرۡتُهُ، فَدَعَا لَنَا وَلِأَحۡمَسَ.

[طرفه في: ٣٠٢٠].

4355. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Khalid menceritakan kepada kami: Bayan menceritakan kepada kami dari Qais, dari Jarir. Beliau mengatakan:

Dahulu di masa jahiliah ada sebuah rumah yang dinamai Dzu Al-Khalashah atau Kakbah Yamaniyah atau Kakbah Syamiyyah. Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepadaku, “Maukah engkau mengistirahatkanku dari Dzu Al-Khalashah?”

Aku berangkat bersama rombongan pasukan sebanyak seratus lima puluh penunggang kuda, lalu kami menghancurkannya dan membunuh orang yang kami dapati di rumah itu. Lalu aku pulang mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan mengabarkan kepada beliau. Lalu beliau mendoakan kebaikan untuk kami dan untuk kabilah Ahmas.

٤٣٥٦ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّى: حَدَّثَنَا يَحۡيَى: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ: حَدَّثَنَا قَيۡسٌ قَالَ: قَالَ لِي جَرِيرٌ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: قَالَ لِي النَّبِيُّ ﷺ: (أَلَا تُرِيحُنِي مِنۡ ذِي الۡخَلَصَةِ؟) - وَكَانَ بَيۡتًا فِي خَثۡعَمَ، يُسَمَّى الۡكَعۡبَةَ الۡيَمَانِيَةَ - فَانۡطَلَقۡتُ فِي خَمۡسِينَ وَمِائَةِ فَارِسٍ مِنۡ أَحۡمَسَ، وَكَانُوا أَصۡحَابَ خَيۡلٍ، وَكُنۡتُ لَا أَثۡبُتُ عَلَى الۡخَيۡلِ، فَضَرَبَ فِي صَدۡرِي حَتَّى رَأَيۡتُ أَثَرَ أَصَابِعِهِ فِي صَدۡرِي وَقَالَ: (اللّٰهُمَّ ثَبِّتۡهُ، وَاجۡعَلۡهُ هَادِيًا مَهۡدِيًّا). فَانۡطَلَقَ إِلَيۡهَا فَكَسَرَهَا وَحَرَّقَهَا، ثُمَّ بَعَثَ إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقَالَ رَسُولُ جَرِيرٍ: وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالۡحَقِّ، مَا جِئۡتُكَ حَتَّى تَرَكۡتُهَا كَأَنَّهَا جَمَلٌ أَجۡرَبُ، قَالَ: فَبَارَكَ فِي خَيۡلِ أَحۡمَسَ وَرِجَالِهَا خَمۡسَ مَرَّاتٍ. [طرفه في: ٣٠٢٠].

4356. Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami: Isma’il menceritakan kepada kami: Qais menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Jarir—radhiyallahu ‘anhu—berkata kepadaku: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepadaku, “Tidakkah engkau mengistirahatkanku dari Dzu Al-Khalashah?”

Dzu Al-Khalashah adalah sebuah rumah di Khats’am yang dijuluki Kakbah Yamaniyah.

Aku berangkat dalam rombongan pasukan sebanyak seratus lima puluh penunggang kuda dari kabilah Ahmas. Mereka adalah para ahli penunggang kuda. Tadinya aku adalah orang yang tidak ahli menunggang kuda, lalu Rasulullah memukul di bagian dadaku hingga aku melihat bekas jari-jari beliau di dadaku. Beliau berdoa, “Ya Allah, mapankan dia dan jadikan dia pemberi petunjuk lagi mendapat petunjuk!”

Jarir pergi ke Dzu Al-Khalashah, menghancurkannya, lalu membakarnya. Kemudian Jarir mengirim utusan kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

Utusan Jarir berkata, “Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak mendatangimu sampai aku meninggalkan Dzu Al-Khalashah seakan-akan dia seekor unta yang kudisan.”

Beliau berkata: Lalu Rasulullah mendoakan keberkahan untuk kuda-kuda kabilah Ahmas dan para penunggangnya sebanyak lima kali.

٤٣٥٧ - حَدَّثَنَا يُوسُفُ بۡنُ مُوسَى: أَخۡبَرَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ بۡنِ أَبِي خَالِدٍ، عَنۡ قَيۡسٍ، عَنۡ جَرِيرٍ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَلَا تُرِيحُنِي مِنۡ ذِي الۡخَلَصَةِ؟) فَقُلۡتُ: بَلَى، فَانۡطَلَقۡتُ فِي خَمۡسِينَ وَمِائَةِ فَارِسٍ مِنۡ أَحۡمَسَ، وَكَانُوا أَصۡحَابَ خَيۡلٍ، وَكُنۡتُ لَا أَثۡبُتُ عَلَى الۡخَيۡلِ، فَذَكَرۡتُ ذٰلِكَ لِلنَّبِيِّ ﷺ، فَضَرَبَ يَدَهُ عَلَى صَدۡرِي حَتَّى رَأَيۡتُ أَثَرَ يَدِهِ فِي صَدۡرِي، وَقَالَ: (اللّٰهُمَّ ثَبِّتۡهُ، وَاجۡعَلۡهُ هَادِيًا مَهۡدِيًّا). قَالَ فَمَا وَقَعۡتُ عَنۡ فَرَسٍ بَعۡدُ. قَالَ: وَكَانَ ذُو الۡخَلَصَةِ بَيۡتًا بِالۡيَمَنِ لِخَثۡعَمَ وَبَجِيلَةَ، فِيهِ نُصُبٌ تُعۡبَدُ، يُقَالُ لَهُ الۡكَعۡبَةُ، قَالَ: فَأَتَاهَا فَحَرَّقَهَا بِالنَّارِ وَكَسَرَهَا. [طرفه في: ٣٠٢٠].

4357. Yusuf bin Musa telah menceritakan kepada kami: Abu Usamah mengabarkan kepada kami dari Isma’il bin Abu Khalid, dari Qais, dari Jarir. Beliau berkata:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepadaku, “Tidakkah engkau bisa mengistirahatkanku dari Dzu Al-Khalashah?”

Aku berkata, “Tentu.”

Aku berangkat dalam rombongan seratus lima puluh penunggang kuda dari kabilah Ahmas. Mereka adalah para ahli penunggang kuda. Tadinya aku adalah orang yang tidak ahli menunggang kuda, lalu aku menyebutkan hal itu kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Lalu beliau memukulkan tangannya ke dadaku hingga aku melihat bekas tangan beliau di dadaku. Beliau berdoa, “Ya Allah, mapankan dia dan jadikan dia pemberi petunjuk lagi mendapat petunjuk!”

Jarir berkata: Setelah itu aku tidak pernah jatuh dari kuda.

Perawi berkata: Dzu Al-Khalashah adalah sebuah rumah di Yaman milik kabilah Khats’am dan Bajilah. Di dalamnya ada berhala-berhala yang disembah. Rumah ini juga dijuluki Kakbah.

Perawi berkata: Jarir mendatanginya lalu membakarnya dan menghancurkannya.

قَالَ: وَلَمَّا قَدِمَ جَرِيرٌ الۡيَمَنَ، كَانَ بِهَا رَجُلٌ يَسۡتَقۡسِمُ بِالۡأَزۡلَامِ، فَقِيلَ لَهُ: إِنَّ رَسُولَ رَسُولِ اللهِ ﷺ هَاهُنَا، فَإِنۡ قَدَرَ عَلَيۡكَ ضَرَبَ عُنُقَكَ، قَالَ: فَبَيۡنَمَا هُوَ يَضۡرِبُ بِهَا إِذۡ وَقَفَ عَلَيۡهِ جَرِيرٌ، فَقَالَ: لَتَكۡسِرَنَّهَا وَلَتَشۡهَدَنَّ أَنۡ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، أَوۡ لَأَضۡرِبَنَّ عُنُقَكَ. قَالَ: فَكَسَرَهَا وَشَهِدَ، ثُمَّ بَعَثَ جَرِيرٌ رَجُلًا مِنۡ أَحۡمَسَ يُكۡنَى أَبَا أَرۡطَاةَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ يُبَشِّرُهُ بِذٰلِكَ، فَلَمَّا أَتَى النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالۡحَقِّ، مَا جِئۡتُ حَتَّى تَرَكۡتُهَا كَأَنَّهَا جَمَلٌ أَجۡرَبُ، قَالَ: فَبَرَّكَ النَّبِيُّ ﷺ عَلَى خَيۡلِ أَحۡمَسَ وَرِجَالِهَا خَمۡسَ مَرَّاتٍ.

Perawi berkata: Ketika Jarir tiba di Yaman, di rumah itu ada seseorang yang mengundi nasib dengan anak-anak panah. Ada yang berkata kepadanya, “Sesungguhnya utusan Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ada di sini. Jika dia berhasil mengalahkanmu, niscaya dia akan menebas lehermu.”

Perawi berkata: Ketika dia sedang menggunakan anak-anak panahnya, tiba-tiba Jarir sudah berdiri di hadapannya seraya berkata, “Engkau harus merusaknya dan engkau harus bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang benar kecuali Allah. Kalau tidak, aku pasti akan memenggal lehermu.”

Perawi berkata: Dia merusak anak-anak panahnya dan bersyahadat. Kemudian Jarir mengutus seorang dari kabilah Ahmas yang dijuluki Abu Arthah kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—untuk memberi kabar gembira itu kepada beliau. Ketika utusan itu telah mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, dia berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak datang sampai aku telah meninggalkan rumah itu seakan-akan unta yang kudisan.”

Perawi berkata: Lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mendoakan keberkahan kepada kuda-kuda kabilah Ahmas dan penunggangnya sebanyak lima kali.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3823

٣٨٢٣ - وَعَنۡ قَيۡسٍ، عَنۡ جَرِيرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: كَانَ فِي الۡجَاهِلِيَّةِ بَيۡتٌ يُقَالَ لَهُ ذُو الۡخَلَصَةِ، وَكَانَ يُقَالُ لَهُ الۡكَعۡبَةُ الۡيَمَانِيَةُ، أَوِ: الۡكَعۡبَةُ الشَّأۡمِيَّةُ، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ ﷺ: (هَلۡ أَنۡتَ مُرِيحِي مِنۡ ذِي الۡخَلَصَةِ؟). قَالَ: فَنَفَرۡتُ إِلَيۡهِ فِي خَمۡسِينَ وَمِائَةِ فَارِسٍ مِنۡ أَحۡمَسَ، قَالَ: فَكَسَرۡنَا، وَقَتَلۡنَا مَنۡ وَجَدۡنَا عِنۡدَهُ، فَأَتَيۡنَاهُ فَأَخۡبَرۡنَاهُ، فَدَعَا لَنَا وَلِأَحۡمَسَ. [طرفه في: ٣٠٢٠].

3823. Dari Qais, dari Jarir bin ‘Abdullah. Beliau berkata: Dahulu di masa jahiliah ada sebuah rumah yang dinamai Dzu Al-Khalashah. Rumah itu dulu juga dinamai Kakbah Yamaniyah atau Kakbah Syamiyyah. Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepadaku, “Apakah engkau bisa mengistirahatkanku dari Dzu Al-Khalashah?”

Jarir berkata: Aku berangkat bersama rombongan pasukan sebanyak seratus lima puluh penunggang kuda dari kabilah Ahmas.

Jarir berkata: Kami menghancurkannya dan membunuh orang yang kami dapati di rumah itu. Lalu kami pulang mendatangi beliau dan mengabarkan kepada beliau. Lalu beliau mendoakan kebaikan untuk kami dan untuk kabilah Ahmas.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3319

٣٣١٩ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ أَبِي أُوَيۡسٍ قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنۡ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (نَزَلَ نَبِيٌّ مِنَ الۡأَنۡبِيَاءِ تَحۡتَ شَجَرَةٍ، فَلَدَغَتۡهُ نَمۡلَةٌ، فَأَمَرَ بِجَهَازِهِ فَأُخۡرِجَ مِنۡ تَحۡتِهَا، ثُمَّ أَمَرَ بِبَيۡتِهَا فَأُحۡرِقَ بِالنَّارِ، فَأَوۡحَى اللهُ إِلَيۡهِ: فَهَلَّا نَمۡلَةً وَاحِدَةً. [طرفه في: ٣٠١٩].

3319. Isma’il bin Abu Uwais telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Malik menceritakan kepadaku dari Abu Az-Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Ada salah seorang nabi yang singgah di bawah sebuah pohon lalu ada seekor semut yang menggigitnya. Dia memerintahkan agar barang-barang bawaannya dipindahkan dari bawah pohon kemudian dia memerintahkan agar sarang semut itu dibakar. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya: Mengapa tidak seekor semut saja?”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6922

٢ - بَابُ حُكۡمِ الۡمُرۡتَدِّ وَالۡمُرۡتَدَّةِ
2. Bab hukuman bagi pria murtad dan wanita murtad


وَقَالَ ابۡنُ عُمَرَ وَالزُّهۡرِيُّ وَإِبۡرَاهِيمُ: تُقۡتَلُ الۡمُرۡتَدَّةُ. وَاسۡتِتَابَتِهِمۡ.

Ibnu ‘Umar, Az-Zuhri, dan Ibrahim berpendapat bahwa wanita murtad juga dihukum bunuh dan mereka dituntut untuk bertobat.

وَقَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿كَيۡفَ يَهۡدِي اللهُ قَوۡمًا كَفَرُوا بَعۡدَ إِيمَانِهِمۡ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الۡبَيِّنَاتُ وَاللهُ لَا يَهۡدِي الۡقَوۡمَ الظَّالِمِينَ ۞ أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمۡ أَنَّ عَلَيۡهِمۡ لَعۡنَةَ اللهِ وَالۡمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجۡمَعِينَ ۞ خَالِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنۡهُمُ الۡعَذَابُ وَلَا هُمۡ يُنۡظَرُونَ ۞ إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنۡ بَعۡدِ ذٰلِكَ وَأَصۡلَحُوا فَإِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ ۞ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعۡدَ إِيمَانِهِمۡ ثُمَّ ازۡدَادُوا كُفۡرًا لَنۡ تُقۡبَلَ تَوۡبَتُهُمۡ وَأُولَئِكَ هُمُ الضَّالُّونَ﴾ [آل عمران: ٨٦ - ٩٠]

Allah taala berfirman, “Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang telah kafir setelah tadinya mereka beriman dan mereka tadinya bersaksi bahwa Rasul itu (Muhammad) adalah benar, serta keterangan-keterangan telah datang kepada mereka? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang zalim. Mereka itu, balasannya adalah laknat Allah, malaikat, dan manusia seluruhnya ditimpakan kepada mereka. Mereka kekal di dalamnya, azab tidak diringankan dari mereka, dan mereka tidak diberi tangguh. Kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu dan melakukan perbaikan, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang yang kafir setelah sebelumnya beriman, kemudian bertambah kafir, tobat mereka tidak akan diterima dan mereka itulah orang-orang yang sesat.” (QS. Ali ‘Imran: 86-90).

وَقَالَ: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنۡ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الۡكِتَابَ يَرُدُّوكُمۡ بَعۡدَ إِيمَانِكُمۡ كَافِرِينَ﴾ [آل عمران: ١٠٠]

Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menaati sebagian orang-orang yang diberi Alkitab, niscaya mereka akan mengembalikan kalian kepada kekafiran sesudah kalian beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 100).

وَقَالَ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازۡدَادُوا كُفۡرًا لَمۡ يَكُنِ اللهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَهۡدِيَهُمۡ سَبِيلًا﴾ [النساء: ١٣٧].

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, kemudian kafir, kemudian beriman, kemudian kafir, kemudian bertambah kekafirannya, niscaya Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak menunjukkan jalan (yang lurus) kepada mereka.” (QS. An-Nisa`: 137).

وَقَالَ: ﴿مَنۡ يَرۡتَدَّ مِنۡكُمۡ عَنۡ دِينِهِ فَسَوۡفَ يَأۡتِي اللهُ بِقَوۡمٍ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الۡكَافِرِينَ﴾ [المائدة: ٥٤].

Allah berfirman, “Barang siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, niscaya Allah akan datangkan suatu kaum yang Dia cintai dan mereka mencintai-Nya, yang bersikap lembut terhadap kaum mukminin dan bersikap keras kepada orang-orang kafir.” (QS. Al-Ma`idah: 54).

﴿وَلَكِنۡ مَنۡ شَرَحَ بِالۡكُفۡرِ صَدۡرًا فَعَلَيۡهِمۡ غَضَبٌ مِنَ اللهِ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٌ ۞ ذٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسۡتَحَبُّوا الۡحَيَاةَ الدُّنۡيَا عَلَى الۡآخِرَةِ وَأَنَّ اللهَ لَا يَهۡدِي الۡقَوۡمَ الۡكَافِرِينَ ۞ أُولَئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللهُ عَلَى قُلُوبِهِمۡ وَسَمۡعِهِمۡ وَأَبۡصَارِهِمۡ وَأُولَئِكَ هُمُ الۡغَافِلُونَ ۞ لَا جَرَمَ﴾ يَقُولُ: حَقًّا ﴿أَنَّهُمۡ فِي الۡآخِرَةِ هُمُ الۡخَاسِرُونَ﴾ إِلَى قَوۡلِهِ: ﴿ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ مِنۡ بَعۡدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ﴾ [النحل: ١٠٦ - ١١٠].

“Akan tetapi barang siapa yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, bagi mereka kemurkaan dari Allah dan bagi mereka azab yang besar. Hal itu dikarenakan mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat dan bahwa Allah tidak menunjuki kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang Allah mengunci mati hati-hati mereka, pendengaran mereka, dan penglihatan mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang lalai. Tidak diragukan (pasti) bahwa mereka di akhirat adalah orang-orang yang rugi.” Sampai firman-Nya, “Kemudian sesungguhnya Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 106-110).

﴿وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمۡ حَتَّى يَرُدُّوكُمۡ عَنۡ دِينِكُمۡ إِنِ اسۡتَطَاعُوا وَمَنۡ يَرۡتَدِدۡ مِنۡكُمۡ عَنۡ دِينِهِ فَيَمُتۡ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَالُهُمۡ فِي الدُّنۡيَا وَالۡآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصۡحَابُ النَّارِ هُمۡ فِيهَا خَالِدُونَ﴾ [البقرة: ٢١٧].

“Mereka akan terus memerangi kalian hingga bisa mengembalikan kalian dari agama kalian jika mereka mampu. Barang siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya lalu mati dalam keadaan kafir, mereka itulah yang amalannya akan terhapus di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 217).

٦٩٢٢ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ مُحَمَّدُ بۡنُ الۡفَضۡلِ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ عِكۡرِمَةَ قَالَ: أُتِيَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ بِزَنَادِقَةٍ فَأَحۡرَقَهُمۡ، فَبَلَغَ ذٰلِكَ ابۡنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ: لَوۡ كُنۡتُ أَنَا لَمۡ أُحۡرِقۡهُمۡ، لِنَهۡيِ رَسُولِ اللهِ ﷺ: (لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللهِ)، وَلَقَتَلۡتُهُمۡ، لِقَوۡلِ رَسُولِ اللهِ ﷺ: (مَنۡ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقۡتُلُوهُ). [طرفه في: ٣٠١٧].

6922. Abu An-Nu’man Muhammad bin Al-Fadhl telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari ‘Ikrimah. Beliau berkata:

Orang-orang zindik dibawa ke hadapan ‘Ali—radhiyallahu ‘anhu—, lalu ‘Ali membakar mereka. Kabar peristiwa itu sampai kepada Ibnu ‘Abbas, lalu beliau berkata: Kalau saya, saya tidak akan membakar mereka karena larangan Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Janganlah kalian mengazab dengan azab Allah!” Namun aku tetap menghukum bunuh mereka berdasarkan sabda Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Siapa saja yang mengganti agama Islamnya, bunuhlah dia!”