Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2389

٢٣٨٩ - حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ شَبِيبِ بۡنِ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ يُونُسَ: قَالَ ابۡنُ شِهَابٍ: حَدَّثَنِي عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُتۡبَةَ قَالَ: قَالَ أَبُو هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَوۡ كَانَ لِي مِثۡلُ أُحُدٍ ذَهَبًا، مَا يَسُرُّنِي أَنۡ لَا يَمُرَّ عَلَيَّ ثَلَاثٌ وَعِنۡدِي مِنۡهُ شَيۡءٌ، إِلَّا شَيۡءٌ أُرۡصُدُهُ لِدَيۡنٍ). رَوَاهُ صَالِحٌ وَعُقَيۡلٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ. [الحديث ٢٣٨٩ - طرفاه في: ٦٤٤٥، ٧٢٢٨].

2389. Ahmad bin Syabib bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Yunus: Ibnu Syihab berkata: ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah menceritakan kepadaku. Beliau berkata: Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—mengatakan:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Kalau aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, aku tidak suka kalau tiga malam berlalu dalam keadaan aku masih memiliki sedikit saja darinya, kecuali sedikit bagian yang aku sisihkan untuk membayar utang.”

Shalih dan ‘Uqail meriwayatkannya dari Az-Zuhri.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4156

٤١٥٦ - حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ مُوسَى: أَخۡبَرَنَا عِيسَى، عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ، عَنۡ قَيۡسٍ: أَنَّهُ سَمِعَ مِرۡدَاسًا الۡأَسۡلَمِيَّ يَقُولُ، وَكَانَ مِنۡ أَصۡحَابِ الشَّجَرَةِ: (يُقۡبَضُ الصَّالِحُونَ الۡأَوَّلُ فَالۡأَوَّلُ، وَتَبۡقَى حُفَالَةٌ كَحُفَالَةِ التَّمۡرِ وَالشَّعِيرِ، لَا يَعۡبَأُ اللهُ بِهِمۡ شَيۡئًا). [الحديث ٤١٥٦ - طرفه في: ٦٤٣٤].

4156. Ibrahim bin Musa telah menceritakan kepada kami: ‘Isa mengabarkan kepada kami dari Isma’il, dari Qais: Beliau mendengar Mirdas Al-Aslami—beliau termasuk sahabat yang mengikuti baiat di bawah pohon—berkata, “Orang-orang saleh meninggal, mulai dari yang pertama sampai seterusnya, dan tinggallah orang-orang yang jelek seperti kurma atau barli yang jelek. Allah tidak mengindahkan mereka.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 1276

٢٧ - بَابٌ إِذَا لَمۡ يَجِدۡ كَفَنًا، إِلَّا مَا يُوَارِي رَأۡسَهُ أَوۡ قَدَمَيۡهِ، غَطَّى بِهِ رَأۡسَهُ
27. Bab Ketika tidak Mendapatkan Kain Kafan, kecuali Sesuatu yang Hanya Bisa Menutupi Kepala atau Kedua Telapak Kakinya, maka Digunakan untuk Menutupi Kepalanya


١٢٧٦ - حَدَّثَنَا عُمَرُ بۡنُ حَفۡصِ بۡنِ غِيَاثٍ: حَدَّثَنَا أَبِي: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ: حَدَّثَنَا شَقِيقٌ: حَدَّثَنَا خَبَّابٌ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: هَاجَرۡنَا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ نَلۡتَمِسُ وَجۡهَ اللهِ، فَوَقَعَ أَجۡرُنَا عَلَى اللهِ، فَمِنَّا مَنۡ مَاتَ لَمۡ يَأۡكُلۡ مِنۡ أَجۡرِهِ شَيۡئًا مِنۡهُمۡ مُصۡعَبُ بۡنُ عُمَيۡرٍ، وَمِنَّا مَنۡ أَيۡنَعَتۡ لَهُ ثَمَرَتُهُ، فَهُوَ يَهۡدِبُهَا، قُتِلَ يَوۡمَ أُحُدٍ، فَلَمۡ نَجِدۡ مَا نُكَفِّنُهُ إِلَّا بُرۡدَةً، إِذَا غَطَّيۡنَا بِهَا رَأۡسَهُ خَرَجَتۡ رِجۡلَاهُ، وَإِذَا غَطَّيۡنَا رِجۡلَيۡهِ خَرَجَ رَأۡسُهُ، فَأَمَرَنَا النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ نُغَطِّيَ رَأۡسَهُ، وَأَنۡ نَجۡعَلَ عَلَى رِجۡلَيۡهِ مِنَ الۡإِذۡخِرِ.

[الحديث ١٢٧٦ - أطرافه في: ٣٨٩٧، ٣٩١٣، ٣٩١٤، ٤٠٤٧، ٤٠٨٢، ٦٤٣٢، ٦٤٤٨].

1276. ‘Umar bin Hafsh bin Ghiyats telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami: Syaqiq menceritakan kepada kami: Khabbab—radhiyallahu ‘anhu—menceritakan kepada kami. Beliau berkata:

Kami telah berhijrah bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam rangka menginginkan wajah Allah, lalu ganjaran kami telah ditetapkan di sisi Allah. Di antara kami ada yang telah meninggal terlebih dulu sehingga dia tidak mengambil ganjarannya sedikit pun. Yang termasuk mereka adalah Mush’ab bin ‘Umair. Dan di antara kami ada yang (masih hidup dan) mendapati buah-buahan matang lalu memetiknya. Mush’ab terbunuh pada hari Uhud. Kami tidak mendapati sesuatu untuk mengafaninya kecuali sehelai burdah, yang apabila kami tutupkan ke kepalanya, kedua kakinya menyembul. Apabila kami tutupkan ke kedua kakinya, kepalanya menyembul. Lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan kami agar menutupkannya ke kepala dan meletakkan idzkhir (tanaman semacam serai) di atas kedua kakinya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6212

٦٢١٢ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى، عَنۡ شُعۡبَةَ قَالَ: حَدَّثَنِي قَتَادَةُ، عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ بِالۡمَدِينَةِ فَزَعٌ، فَرَكِبَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فَرَسًا لِأَبِي طَلۡحَةَ، فَقَالَ: (مَا رَأَيۡنَا مِنۡ شَيۡءٍ، وَإِنۡ وَجَدۡنَاهُ لَبَحۡرًا). [طرفه في: ٢٦٢٧].

6212. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami dari Syu’bah. Beliau berkata: Qatadah menceritakan kepadaku dari Anas bin Malik. Beliau berkata: Pernah suatu ketika ketakutan melanda Madinah. Lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengendarai seekor kuda milik Abu Thalhah. (Setelah pulang) Beliau berkata, “Kami melihat tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Malahan kami dapati kuda ini seperti laut (kuat dan kencang larinya).”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6190

١٠٧ - بَابُ اسۡمِ الۡحَزۡنِ
107. Bab Nama Hazn (Kesulitan)


٦١٩٠ - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ نَصۡرٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنِ ابۡنِ الۡمُسَيَّبِ، عَنۡ أَبِيهِ، أَنَّ أَبَاهُ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: (مَا اسۡمُكَ؟). قَالَ: حَزۡنٌ، قَالَ: (أَنۡتَ سَهۡلٌ). قَالَ: لَا أُغَيِّرُ اسۡمًا سَمَّانِيهِ أَبِي، قَالَ ابۡنُ الۡمُسَيَّبِ: فَمَا زَالَتِ الۡحُزُونَةُ فِينَا بَعۡدُ.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ وَمَحۡمُودٌ قَالَا: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنِ ابۡنِ الۡمُسَيَّبِ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ جَدِّهِ بِهٰذَا. [الحديث ٦١٩٠ - طرفه في: ٦١٩٣].

6190. Ishaq bin Nashr telah menceritakan kepada kami: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ibnu Al-Musayyab, dari ayahnya:

Ayahnya datang menemui Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu Nabi bertanya, “Siapa namamu?”

Dia menjawab, “Hazn.”

Nabi berkata, “Engkau adalah Sahl (kemudahan).”

Dia berkata, “Aku tidak akan mengubah nama yang diberikan oleh ayahku.”

Ibnu Al-Musayyab berkata: Setelah itu, kesulitan terus menimpa kami.

‘Ali bin ‘Abdullah dan Mahmud telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ma’mar mengabarkan hadis ini kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ibnu Al-Musayyab, dari ayahnya, dari kakeknya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2651

٢٦٥١ - حَدَّثَنَا آدَمُ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ: حَدَّثَنَا أَبُو جَمۡرَةَ قَالَ: سَمِعۡتُ زَهۡدَمَ بۡنَ مُضَرِّبٍ قَالَ: سَمِعۡتُ عِمۡرَانَ بۡنَ حُصَيۡنٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (خَيۡرُكُمۡ قَرۡنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمۡ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمۡ). قَالَ عِمۡرَانُ: لَا أَدۡرِي، أَذَكَرَ النَّبِيُّ ﷺ بَعۡدُ قَرۡنَيۡنِ أَوۡ ثَلَاثَةً، قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنَّ بَعۡدَكُمۡ قَوۡمًا يَخُونُونَ وَلَا يُؤۡتَمَنُونَ، وَيَشۡهَدُونَ وَلَا يُسۡتَشۡهَدُونَ، وَيَنۡذِرُونَ وَلَا يَفُونَ، وَيَظۡهَرُ فِيهِمُ السِّمَنُ).

[الحديث ٢٦٥١ - أطرافه في: ٣٦٥٠، ٦٤٢٨، ٦٦٩٥].

2651. Adam telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami: Abu Jamrah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Aku mendengar Zahdam bin Mudharrib berkata: Aku mendengar ‘Imran bin Hushain—radhiyallahu ‘anhuma—. Beliau mengatakan: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah generasiku kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka.”

‘Imran berkata: Aku tidak tahu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengucapkan setelah ucapannya, dua atau tiga generasi.

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya setelah kalian akan ada suatu kaum yang berkhianat dan mereka tidak diberi amanah. Mereka bersaksi padahal tidak diminta bersaksi. Mereka bernazar namun tidak menunaikan. Tanda kegemukan tampak pada diri mereka.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3797

٣٧٩٧ - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ عُبَيۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ سَهۡلٍ قَالَ: جَاءَنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ وَنَحۡنُ نَحۡفِرُ الۡخَنۡدَقَ، وَنَنۡقُلُ التُّرَابَ عَلَى أَكۡتَادِنَا، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (اللّٰهُمَّ لَا عَيۡشَ إِلَّا عَيۡشُ الۡآخِرَة، فَاغۡفِرۡ لِلۡمُهَاجِرِينَ وَالۡأَنۡصَارِ). [الحديث ٣٧٩٧ - طرفاه في: ٤٠٩٨، ٦٤١٤].

3797. Muhammad bin ‘Ubaidullah telah menceritakan kepadaku: Ibnu Abu Hazim menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Sahl. Beliau berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mendatangi kami ketika kami menggali parit dan memindah tanah di atas pundak-pundak kami. Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Ya Allah, tidak ada kehidupan (hakiki) kecuali kehidupan akhirat, ampunilah orang-orang Muhajirin dan Ansar.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6591, 6592, dan 6593

٦٥٩١ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا حَرَمِيُّ بۡنُ عُمَارَةَ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ مَعۡبَدِ بۡنِ خَالِدٍ: أَنَّهُ سَمِعَ حَارِثَةَ بۡنَ وَهۡبٍ يَقُولُ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ وَذَكَرَ الۡحَوۡضَ فَقَالَ: (كَمَا بَيۡنَ الۡمَدِينَةِ وَصَنۡعَاءَ).

6591. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Harami bin ‘Umarah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Ma’bad bin Khalid: Beliau mendengar Haritsah bin Wahb berkata: Aku mendengar Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan beliau menyebut haud, lalu bersabda, “Sebagaimana antara Madinah dan Shan’a.”

٦٥٩٢ - وَزَادَ ابۡنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنۡ شُعۡبَةَ، عَنۡ مَعۡبَدِ بۡنِ خَالِدٍ، عَنۡ حَارِثَةَ: سَمِعَ النَّبِيَّ ﷺ قَوۡلَهُ: (حَوۡضُهُ مَا بَيۡنَ صَنۡعَاءَ وَالۡمَدِينَةِ). فَقَالَ لَهُ الۡمُسۡتَوۡرِدُ: أَلَمۡ تَسۡمَعۡهُ قَالَ الۡأَوَانِي؟ قَالَ: لَا، قَالَ الۡمُسۡتَوۡرِدُ: (تُرَى فِيهِ الۡآنِيَةُ مِثۡلَ الۡكَوَاكِبِ).

6592. Ibnu Abu ‘Adi menambahkan dari Syu’bah, dari Ma’bad bin Khalid, dari Haritsah: Beliau mendengar sabda Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bahwa haud beliau lebarnya antara Shan’a dan Madinah.

Al-Mustaurid bertanya kepada Haritsah, “Tidakkah engkau mendengar Nabi menyebutkan bejana-bejana?”

Haritsah menjawab, “Tidak.”

Al-Mustaurid berkata, “Bejana di haud terlihat seperti bintang-bintang.”

٦٥٩٣ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ أَبِي مَرۡيَمَ، عَنۡ نَافِعِ بۡنِ عُمَرَ قَالَ: حَدَّثَنِي ابۡنُ أَبِي مُلَيۡكَةَ، عَنۡ أَسۡمَاءَ بِنۡتِ أَبِي بَكۡرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَتۡ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنِّي عَلَى الۡحَوۡضِ حَتَّى أَنۡظُرُ مَنۡ يَرِدُ عَلَيَّ مِنۡكُمۡ، وَسَيُؤۡخَذُ نَاسٌ دُونِي، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ مِنِّي وَمِنۡ أُمَّتِي، فَيُقَالُ: هَلۡ شَعَرۡتَ مَا عَمِلُوا بَعۡدَكَ؟! وَاللهِ مَا بَرِحُوا يَرۡجِعُونَ عَلَى أَعۡقَابِهِمۡ). فَكَانَ ابۡنُ أَبِي مُلَيۡكَةَ يَقُولُ: اللّٰهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ أَنۡ نَرۡجِعَ عَلَى أَعۡقَابِنَا، أَوۡ نُفۡتَنَ عَنۡ دِينِنَا. ﴿أَعۡقَابِكُمۡ تَنۡكِصُونَ﴾ [المؤمنون: ٦٦] تَرۡجِعُونَ عَلَى الۡعَقِبِ.

6593. Sa’id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami dari Nafi’ bin ‘Umar. Beliau berkata: Ibnu Abu Mulaikah menceritakan kepadaku dari Asma` binti Abu Bakr—radhiyallahu ‘anhuma—. Beliau berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata:

Sesungguhnya aku berada di haud sampai aku melihat orang-orang dari kalian mendekatiku dan ada orang-orang yang akan ditarik menjauh dariku. Lalu aku berkata, “Ya Rabi, mereka dari golonganku dan dari umatku.”

Lalu ada yang berkata, “Apakah engkau tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu?! Demi Allah, mereka terus-menerus kembali kafir.”

Dahulu Ibnu Abu Mulaikah berkata: Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari perbuatan kembali kepada kekafiran atau diberi musibah dalam agama kami.

A‘qābikum tankiṣūn” (QS Al-Mu’minun: 66) artinya kalian kembali ke belakang.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6589

٦٥٨٩ - حَدَّثَنَا عَبۡدَانُ: أَخۡبَرَنِي أَبِي، عَنۡ شُعۡبَةَ، عَنۡ عَبۡدِ الۡمَلِكَ قَالَ: سَمِعۡتُ جُنۡدَبًا قَالَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (أَنَا فَرَطُكُمۡ عَلَى الۡحَوۡضِ).

6589. ‘Abdan telah menceritakan kepada kami: Ayahku mengabarkan kepadaku dari Syu’bah, dari ‘Abdul Malik. Beliau berkata: Aku mendengar Jundab berkata: Aku mendengar Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Aku akan mendahului kalian di haud.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6586 dan 6587

٦٥٨٦ - حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ صَالِحٍ: حَدَّثَنَا ابۡنُ وَهۡبٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنِ ابۡنِ الۡمُسَيَّبِ أَنَّهُ كَانَ يُحَدِّثُ، عَنۡ أَصۡحَابِ النَّبِيِّ ﷺ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (يَرِدُ عَلَيَّ الۡحَوۡضَ رِجَالٌ مِنۡ أَصۡحَابِي، فَيُحَلَّؤُونَ عَنۡهُ، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ أَصۡحَابِي! فَيَقُولُ: إِنَّكَ لَا عِلۡمَ لَكَ بِمَا أَحۡدَثُوا بَعۡدَكَ، إِنَّهُمُ ارۡتَدُّوا عَلَى أَدۡبَارِهِمُ الۡقَهۡقَرَى). وَقَالَ شُعَيۡبٌ: عَنِ الزُّهۡرِيِّ: كَانَ أَبُو هُرَيۡرَةَ يُحَدِّثُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: (فَيُجۡلَوۡنَ) وَقَالَ عُقَيۡلٌ: (فَيُحَلَّؤُونَ). وَقَالَ الزُّبَيۡدِيُّ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ عَلِيٍّ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ. [طرفه في: ٦٥٨٥].

6586. Ahmad bin Shalih telah menceritakan kepada kami: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Yunus mengabarkan kepadaku dari Ibnu Syihab, dari Ibnu Al-Musayyab: Beliau menceritakan dari sahabat-sahabat Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda:

Beberapa orang dari sahabatku mendatangiku di haud, namun mereka dihalangi darinya. Aku berkata, “Ya Rabi, para sahabatku.”

Allah berkata, “Sesungguhnya engkau tidak memiliki ilmu tentang apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu. Sesungguhnya mereka telah murtad.”

Syu’aib berkata: Dari Az-Zuhri: Abu Hurairah pernah menceritakan dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “fayujlauna.” ‘Uqail berkata, “fayuḥalla’ūna.”

Az-Zubaidi berkata dari Az-Zuhri, dari Muhammad bin ‘Ali, dari ‘Ubaidullah bin Abu Rafi’, dari Abu Hurairah, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam.

٦٥٨٧ - حَدَّثَنِي إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ فُلَيۡحٍ: حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ: حَدَّثَنِي هِلَالٌ، عَنۡ عَطَاءِ بۡنِ يَسَارٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (بَيۡنَا أَنَا قَائِمٌ إِذَا زُمۡرَةٌ، حَتَّى إِذَا عَرَفۡتُهُمۡ خَرَجَ رَجُلٌ مِنۡ بَيۡنِي وَبَيۡنِهِمۡ، فَقَالَ: هَلُمَّ، فَقُلۡتُ: أَيۡنَ؟ قَالَ: إِلَى النَّارِ وَاللهِ، قُلۡتُ: وَمَا شَأۡنُهُمۡ؟ قَالَ: إِنَّهُمُ ارۡتَدُّوا بَعۡدَكَ عَلَى أَدۡبَارِهِمُ الۡقَهۡقَرَى. ثُمَّ إِذَا زُمۡرَةٌ، حَتَّى إِذَا عَرَفۡتُهُمۡ خَرَجَ رَجُلٌ مِنۡ بَيۡنِي وَبَيۡنِهِمۡ فَقَالَ هَلُمَّ. قُلۡتُ: أَيۡنَ؟ قَالَ: إِلَى النَّارِ وَاللهِ، قُلۡتُ: مَا شَأۡنُهُمۡ؟ قَالَ: إِنَّهُمُ ارۡتَدُّوا بَعۡدَكَ عَلَى أَدۡبَارِهِمُ الۡقَهۡقَرَى، فَلَا أُرَاهُ يَخۡلُصُ مِنۡهُمۡ إِلَّا مِثۡلُ هَمَلِ النَّعَمِ).

6587. Ibrahim bin Al-Mundzir telah menceritakan kepadaku: Muhammad bin Fulaih menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Hilal menceritakan kepadaku dari ‘Atha` bin Yasar, dari Abu Hurairah, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau berkata:

Ketika aku sedang berdiri, sekumpulan orang datang hingga ketika aku mengenali mereka, seseorang muncul antara aku dan mereka seraya berkata, “Mari!”

Aku bertanya, “Ke mana?”

Dia menjawab, “Ke neraka, demi Allah.”

Aku bertanya, “Ada apa dengan mereka?”

Dia menjawab, “Sesungguhnya mereka murtad sepeninggalmu.”

Kemudian sekumpulan orang datang hingga ketika aku mengenali mereka, seseorang muncul antara aku dan mereka seraya berkata, “Mari!”

Aku bertanya, “Ke mana?”

Dia menjawab, “Ke neraka, demi Allah.”

Aku bertanya, “Ada apa dengan mereka?”

Dia menjawab, “Sesungguhnya mereka murtad sepeninggalmu.”

Aku mengira tidaklah yang selamat dari mereka kecuali seperti hewan ternak yang lepas.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6583, 6584, dan 6585

٦٥٨٣ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ أَبِي مَرۡيَمَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ مُطَرِّفٍ: حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ، عَنۡ سَهۡلِ بۡنِ سَعۡدٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنِّي فَرَطُكُمۡ عَلَى الۡحَوۡضِ، مَنۡ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ، وَمَنۡ شَرِبَ لَمۡ يَظۡمَأۡ أَبَدًا، لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقۡوَامٌ أَعۡرِفُهُمۡ وَيَعۡرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُمۡ). [الحديث ٦٥٨٣ - طرفه في: ٧٠٥٠].

6583. Sa’id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Mutharrif menceritakan kepada kami: Abu Hazim menceritakan kepadaku dari Sahl bin Sa’d. Beliau berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya aku akan mendahului kalian sampai di haud. Siapa saja yang lewat ke tempatku, dia akan minum. Siapa saja yang minum, niscaya dia tidak akan haus lagi selama-lamanya. Akan ada orang-orang yang mendatangi tempatku, yang aku mengenal mereka dan mereka mengenalku, namun kemudian antara aku dengan mereka diberi penghalang.”

٦٥٨٤ - قَالَ أَبُو حَازِمٍ: فَسَمِعَنِي النُّعۡمَانُ بۡنُ أَبِي عَيَّاشٍ فَقَالَ: هَكَذَا سَمِعۡتَ مِنۡ سَهۡلٍ؟ فَقُلۡتُ: نَعَمۡ، فَقَالَ: أَشۡهَدُ عَلَى أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ، لَسَمِعۡتُهُ وَهُوَ يَزِيدُ فِيهَا: (فَأَقُولُ: إِنَّهُمۡ مِنِّي، فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدۡرِي مَا أَحۡدَثُوا بَعۡدَكَ، فَأَقُولُ: سُحۡقًا سُحۡقًا لِمَنۡ غَيَّرَ بَعۡدِي). وَقَالَ ابۡنُ عَبَّاسٍ: ﴿فَسُحۡقًا﴾ [الملك: ١١] بُعۡدًا، يُقَالُ: ﴿سَحِيقٌ﴾ [الحج: ٣١] بَعِيدٌ، وَأَسۡحَقَهُ: أَبۡعَدَهُ. [الحديث ٦٥٨٤ - طرفه في: ٧٠٥١].

6584. Abu Hazim berkata: An-Nu’man bin Abu ‘Ayyasy mendengarku lalu beliau bertanya, “Begitukah yang engkau dengar dari Sahl?”

Aku menjawab, “Iya.”

An-Nu’man berkata: Aku bertemu langsung dengan Abu Sa’id Al-Khudri. Aku benar-benar mendengar hadis tersebut dan beliau menambahkan:

Lalu aku berkata, “Sesungguhnya mereka adalah dari umatku.”

Lalu ada yang berkata, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu.”

Lalu aku berkata, “Sungguh jauh, orang yang mengubah agamanya sepeninggalku.”

Ibnu ‘Abbas berkata, “fa suḥqan” (QS Al-Mulk: 11) artinya jauh. Ada yang berkata “saḥīq” (QS Al-Hajj: 31) artinya jauh dan asḥaqahu artinya menjauhkannya.

٦٥٨٥ - وَقَالَ أَحۡمَدُ بۡنُ شَبِيبِ بۡنِ سَعِيدٍ الۡحَبَطِيُّ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ يُونُسَ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ الۡمُسَيَّبِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّهُ كَانَ يُحَدِّثُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (يَرِدُ عَلَيَّ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ رَهۡطٌ مِنۡ أَصۡحَابِي، فَيُجۡلَوۡنَ عَنِ الۡحَوۡضِ، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ أَصۡحَابِي! فَيَقُولُ: إِنَّكَ لَا عِلۡمَ لَكَ بِمَا أَحۡدَثُوا بَعۡدَكَ، إِنَّهُمُ ارۡتَدُّوا عَلَى أَدۡبَارِهِمُ الۡقَهۡقَرَى). [الحديث ٦٥٨٥ - طرفه في: ٦٥٨٦].

6585. Ahmad bin Syabib bin Sa’id Al-Habathi berkata: Ayahku menceritakan kepada kami dari Yunus, dari Ibnu Syihab, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Abu Hurairah: Beliau menceritakan bahwa Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda:

Sekelompok dari sahabatku akan mendatangi tempatku pada hari kiamat, lalu mereka ditarik menjauh dari haud. Aku berkata, “Ya Rabi, sahabat-sahabatku.”

Allah berkata, “Sesungguhnya engkau tidak memiliki ilmu tentang apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu. Sesungguhnya mereka telah murtad.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6580, 6581, dan 6582

٦٥٨٠ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ عُفَيۡرٍ قَالَ: حَدَّثَنِي ابۡنُ وَهۡبٍ، عَنۡ يُونُسَ: قَالَ ابۡنُ شِهَابٍ: حَدَّثَنِي أَنَسُ بۡنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (إِنَّ قَدۡرَ حَوۡضِي كَمَا بَيۡنَ أَيۡلَةَ وَصَنۡعَاءَ مِنَ الۡيَمَنِ، وَإِنَّ فِيهِ مِنَ الۡأَبَارِيقِ كَعَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ).‏

6580. Sa’id bin ‘Ufair telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepadaku dari Yunus: Ibnu Syihab berkata: Anas bin Malik—radhiyallahu ‘anhu—menceritakan kepadaku: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya ukuran haudku sebagaimana jarak antara Ailah dan Shan’a Yaman. Sungguh di haudku ada banyak cerek sejumlah bintang di langit.”

٦٥٨١ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡوَلِيدِ: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ (ح). وَحَدَّثَنَا هُدۡبَةُ بۡنُ خَالِدٍ: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ: حَدَّثَنَا قَتَادَةُ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بۡنُ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (بَيۡنَمَا أَنَا أَسِيرُ فِي الۡجَنَّةِ، إِذَا أَنَا بِنَهَرٍ، حَافَتَاهُ قِبَابُ الدُّرِّ الۡمُجَوَّفِ، قُلۡتُ: مَا هٰذَا يَا جِبۡرِيلُ؟ قَالَ: هٰذَا الۡكَوۡثَرُ الَّذِي أَعۡطَاكَ رَبُّكَ، فَإِذَا طِينُهُ، أَوۡ طِيبُهُ، مِسۡكٌ أَذۡفَرُ). شَكَّ هُدۡبَةُ. [طرفه في: ٣٥٧٠].

6581. Abu Al-Walid telah menceritakan kepada kami: Hammam menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Anas, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. (Dalam riwayat lain) Hudbah bin Khalid telah menceritakan kepada kami: Hammam menceritakan kepada kami: Qatadah menceritakan kepada kami: Anas bin Malik menceritakan kepada kami dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda:

Ketika aku menempuh perjalanan di dalam janah, aku sampai di suatu sungai yang kedua sisinya ada kubah-kubah dari mutiara berongga. Aku bertanya, “Apa ini wahai Jibril?”

Jibril menjawab, “Ini adalah al-kautsar yang diberikan oleh Tuhanmu kepadamu. Tanahnya atau wewangiannya adalah kesturi yang semerbak.” Hudbah ragu.

٦٥٨٢ - حَدَّثَنَا مُسۡلِمُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا وُهَيۡبٌ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ، عَنۡ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ نَاسٌ مِنۡ أَصۡحَابِي الۡحَوۡضَ، حَتَّى إِذَا عَرَفۡتُهُمُ اخۡتُلِجُوا دُونِي، فَأَقُولُ: أَصۡحَابِي! فَيَقُولُ: لَا تَدۡرِي مَا أَحۡدَثُوا بَعۡدَكَ).

6582. Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: Wuhaib menceritakan kepada kami: ‘Abdul ‘Aziz menceritakan kepada kami dari Anas, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda:

Orang-orang dari pengikutku akan mendatangiku di haud, hingga ketika aku mengenali mereka, mereka ditarik menjauh dariku. Aku berkata, “Mereka adalah para pengikutku.”

Lalu ada yang mengatakan, “Engkau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6577 dan 6578

٦٥٧٧ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ: حَدَّثَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (أَمَامَكُمۡ حَوۡضٌ كَمَا بَيۡنَ جَرۡبَاءَ وَأَذۡرُحَ).

6577. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidullah: Nafi’ menceritakan kepadaku dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Di depan kalian ada haud sebagaimana antara Jarba` dan Adzruh (nama dua wilayah di Syam).”

٦٥٧٨ - حَدَّثَنِي عَمۡرُو بۡنُ مُحَمَّدٍ: حَدَّثَنَا هُشَيۡمٌ: أَخۡبَرَنَا أَبُو بِشۡرٍ وَعَطَاءُ بۡنُ السَّائِبِ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: الۡكَوۡثَرُ: الۡخَيۡرُ الۡكَثِيرُ الَّذِي أَعۡطَاهُ اللهُ إِيَّاهُ، قَالَ أَبُو بِشۡرٍ: قُلۡتُ لِسَعِيدٍ: إِنَّ أُنَاسًا يَزۡعُمُونَ أَنَّهُ نَهَرٌ فِي الۡجَنَّةِ؟ فَقَالَ سَعِيدٌ: النَّهَرُ الَّذِي فِي الۡجَنَّةِ مِنَ الۡخَيۡرِ الَّذِي أَعۡطَاهُ اللهُ إِيَّاهُ. [طرفه في: ٤٩٦٦].

6578. ‘Amr bin Muhammad telah menceritakan kepadaku: Husyaim menceritakan kepada kami: Abu Bisyr dan ‘Atha` bin As-Sa`ib mengabarkan kepada kami dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau mengatakan: Al-Kautsar adalah kebaikan yang banyak yang Allah berikan kepada Nabi.

Abu Bisyr berkata: Aku berkata kepada Sa’id: Sesungguhnya orang-orang menyatakan bahwa al-kautsar merupakan sungai di dalam janah.

Sa’id berkata: Sungai yang ada di dalam janah termasuk kebaikan yang Allah berikan kepada Nabi.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3746

٢٣ - بَابُ ذِكۡرِ مُصۡعَبِ بۡنِ عُمَيۡرٍ
23. Bab Penyebutan Mush’ab bin ‘Umair
٢٤ - بَابُ مَنَاقِبِ الۡحَسَنِ وَالۡحُسَيۡنِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا
24. Bab Keutamaan Al-Hasan dan Al-Husain—radhiyallahu ‘anhuma


قَالَ نَافِعُ بۡنُ جُبَيۡرٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: عَانَقَ النَّبِيُّ ﷺ الۡحَسَنَ.

Nafi’ bin Jubair berkata dari Abu Hurairah: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—pernah memeluk Al-Hasan.

٣٧٤٦ - حَدَّثَنَا صَدَقَةُ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عُيَيۡنَةَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى، عَنِ الۡحَسَنِ: سَمِعَ أَبَا بَكۡرَةَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ عَلَى الۡمِنۡبَرِ، وَالۡحَسَنُ إِلَى جَنۡبِهِ يَنۡظُرُ إِلَى النَّاسِ مَرَّةً وَإِلَيۡهِ مَرَّةً، وَيَقُولُ: (ابۡنِي هٰذَا سَيِّدٌ، وَلَعَلَّ اللهَ أَنۡ يُصۡلِحَ بِهِ بَيۡنَ فِئَتَيۡنِ مِنَ الۡمُسۡلِمِينَ).

[طرفه في: ٢٧٠٤].

3746. Shadaqah telah menceritakan kepada kami: Ibnu ‘Uyainah menceritakan kepada kami: Abu Musa menceritakan kepada kami dari Al-Hasan: Beliau mendengar Abu Bakrah: Aku mendengar Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ketika beliau sedang di atas mimbar dan Al-Hasan di sampingnya; beliau memandang sesekali ke arah orang-orang dan sesekali ke arah Al-Hasan; beliau bersabda, “Cucuku ini adalah sayid dan semoga Allah mendamaikan antara dua kelompok kaum muslimin melalui dia.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6571

٦٥٧١ - حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، عَنۡ إِبۡرَاهِيمَ، عَنۡ عَبِيدَةَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنِّي لَأَعۡلَمُ آخِرَ أَهۡلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنۡهَا، وَآخِرَ أَهۡلِ الۡجَنَّةِ دُخُولًا، رَجُلٌ يَخۡرُجُ مِنَ النَّارِ كَبۡوًا، فَيَقُولُ اللهُ: اذۡهَبۡ فَادۡخُلِ الۡجَنَّةَ، فَيَأۡتِيهَا، فَيُخَيَّلُ إِلَيۡهِ أَنَّهَا مَلۡأَى، فَيَرۡجِعُ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ وَجَدۡتُهَا مَلۡأَى، فَيَقُولُ: اذۡهَبۡ فَادۡخُلِ الۡجَنَّةَ، فَيَأۡتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيۡهِ أَنَّهَا مَلۡأَى، فَيَرۡجِعُ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ وَجَدۡتُهَا مَلۡأَى، فَيَقُولُ: اذۡهَبۡ فَادۡخُلِ الۡجَنَّةَ، فَإِنَّ لَكَ مِثۡلَ الدُّنۡيَا وَعَشَرَةَ أَمۡثَالِهَا، أَوۡ: إِنَّ لَكَ مِثۡلَ عَشَرَةِ أَمۡثَالِ الدُّنۡيَا، فَيَقُولُ: تَسۡخَرُ مِنِّي، أَوۡ: تَضۡحَكُ مِنِّي وَأَنۡتَ الۡمَلِكُ؟!) فَلَقَدۡ رَأَيۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتۡ نَوَاجِذُهُ، وَكَانَ يُقَالُ: ذٰلِكَ أَدۡنَى أَهۡلِ الۡجَنَّةِ مَنۡزِلَةً. [الحديث ٦٥٧١ - طرفه في: ٧٥١١].

6571. ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Jarir menceritakan kepada kami dari Manshur, dari Ibrahim, dari ‘Abidah, dari ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhu—: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda:

Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui penghuni neraka yang terakhir keluar dari neraka dan penghuni janah yang masuk paling akhir. Dia adalah seorang yang keluar dari neraka dalam keadaan terhuyung-huyung, lalu Allah berkata, “Pergilah! Masuklah ke janah!”

Orang itu mendatangi janah lalu dikhayalkan bahwa janah sudah penuh. Orang itu kembali lalu berkata, “Ya Rabi, aku dapati janah sudah penuh.”

Allah berkata, “Pergilah! Masuklah ke janah!”

Orang itu mendatangi janah lalu dikhayalkan bahwa janah sudah penuh. Orang itu kembali lalu berkata, “Ya Rabi, aku dapati janah sudah penuh.”

Allah berkata, “Pergilah! Masuklah ke janah! Sesungguhnya engkau mendapatkan semisal dunia dan sepuluh kali semisalnya.” Atau, “Sesungguhnya engkau mendapatkan sepuluh kali lipat semisal dunia.”

Orang itu berkata, “Engkau mengejekku.” Atau, “Engkau menertawakanku dan Engkau adalah Raja?!”

Sungguh aku melihat Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tertawa sampai gigi-gigi geraham depannya tampak. Dahulu ada yang mengatakan bahwa itu adalah kedudukan penghuni janah yang paling rendah.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6569

٦٥٦٩ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا يَدۡخُلُ أَحَدٌ الۡجَنَّةَ إِلَّا أُرِيَ مَقۡعَدَهُ مِنَ النَّارِ لَوۡ أَسَاءَ، لِيَزۡدَادَ شُكۡرًا، وَلَا يَدۡخُلُ النَّارَ أَحَدٌ إِلَّا أُرِيَ مَقۡعَدَهُ مِنَ الۡجَنَّةِ لَوۡ أَحۡسَنَ، لِيَكُونَ عَلَيۡهِ حَسۡرَةً).

6569. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami: Abu Az-Zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tidak seorang pun masuk janah kecuali dilihatkan tempat duduknya di neraka kalau dia (ketika di dunia) berbuat jelek, agar rasa syukurnya bertambah. Tidak seorang pun masuk neraka kecuali dilihatkan tempat duduknya di janah kalau dia (ketika di dunia) berbuat baik, agar menjadi penyesalannya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6566

٦٥٦٦ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى، عَنِ الۡحَسَنِ بۡنِ ذَكۡوَانَ: حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ: حَدَّثَنَا عِمۡرَانُ بۡنُ حُصَيۡنٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (يَخۡرُجُ قَوۡمٌ مِنَ النَّارِ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ ﷺ فَيَدۡخُلُونَ الۡجَنَّةَ، يُسَمَّوۡنَ الۡجَهَنَّمِيِّينَ).

6566. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami dari Al-Hasan bin Dzakwan: Abu Raja` menceritakan kepada kami: ‘Imran bin Hushain—radhiyallahu ‘anhuma—menceritakan kepada kami dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Sekelompok orang akan ada yang keluar dari neraka dengan syafaat Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu mereka masuk janah. Mereka dinamakan al-jahannamiyyun.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6557, 6558, dan 6559

٦٥٥٧ - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ: حَدَّثَنَا غُنۡدَرٌ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ أَبِي عِمۡرَانَ قَالَ: سَمِعۡتُ أَنَسَ بۡنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (يَقُولُ اللهُ تَعَالَى لِأَهۡوَنِ أَهۡلِ النَّارِ عَذَابًا يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ: لَوۡ أَنَّ لَكَ مَا فِي الۡأَرۡضِ مِنۡ شَيۡءٍ أَكُنۡتَ تَفۡتَدِي بِهِ؟ فَيَقُولُ: نَعَمۡ، فَيَقُولُ: أَرَدۡتُ مِنۡكَ أَهۡوَنَ مِنۡ هٰذَا، وَأَنۡتَ فِي صُلۡبِ آدَمَ: أَنۡ لَا تُشۡرِكَ بِي شَيۡئًا، فَأَبَيۡتَ إِلَّا أَنۡ تُشۡرِكَ بِي). [طرفه في: ٣٣٣٤].

6557. Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepadaku: Ghundar menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Abu ‘Imran. Beliau berkata: Aku mendengar Anas bin Malik—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda:

Allah taala bertanya kepada penghuni neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat, “Kalau engkau memiliki segala sesuatu yang ada di bumi, apakah engkau akan menebus diri dengannya?”

Dia menjawab, “Iya.”

Allah berkata, “Aku menginginkan darimu sesuatu yang lebih mudah daripada ini ketika engkau masih berada di dalam sulbi Adam, yaitu agar engkau tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Ku, namun engkau tidak mau kecuali berbuat syirik terhadap-Ku.”

٦٥٥٨ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنۡ عَمۡرٍو، عَنۡ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (يَخۡرُجُ مِنَ النَّارِ بِالشَّفَاعَةِ كَأَنَّهُمُ الثَّعَارِيرُ). قُلۡتُ: مَا الثَّعَارِيرُ؟ قَالَ الضَّغَابِيسُ، وَكَانَ قَدۡ سَقَطَ فَمُهُ، فَقُلۡتُ لِعَمۡرِو بۡنِ دِينَارٍ: أَبَا مُحَمَّدٍ، سَمِعۡتَ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ يَقُولُ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (يَخۡرُجُ بِالشَّفَاعَةِ مِنَ النَّارِ)؟ قَالَ: نَعَمۡ.

6558. Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami dari ‘Amr, dari Jabir—radhiyallahu ‘anhu—: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Akan ada yang keluar dari neraka dengan sebab syafaat. Mereka bagaikan aṡ-ṡa‘ārīr (bentuk jamak dari ṡu‘rūr).”

Aku (Hammad) bertanya (kepada ‘Amr), “Apakah aṡ-ṡa‘ārīr?”

‘Amr menjawab, “Aḍ-Ḍagābīs (sejenis tanaman mentimun kecil).”

Saat itu ‘Amr sudah tidak bergigi.

Aku (Hammad) bertanya kepada ‘Amr bin Dinar: Wahai Abu Muhammad, apa engkau mendengar Jabir bin ‘Abdullah mengatakan: Aku mendengar Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Akan keluar dari neraka dengan sebab syafaat...”?

‘Amr menjawab, “Iya.”

٦٥٥٩ - حَدَّثَنَا هُدۡبَةُ بۡنُ خَالِدٍ: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنۡ قَتَادَةَ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بۡنُ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (يَخۡرُجُ قَوۡمٌ مِنَ النَّارِ بَعۡدَ مَا مَسَّهُمۡ مِنۡهَا سَفۡعٌ، فَيَدۡخُلُونَ الۡجَنَّةَ، فَيُسَمِّيهِمۡ أَهۡلُ الۡجَنَّةِ الۡجَهَنَّمِيِّينَ). [الحديث ٥٤٤٩ - طرفه في: ٧٤٥٠].

6559. Hudbah bin Khalid telah menceritakan kepada kami: Hammam menceritakan kepada kami dari Qatadah: Anas bin Malik menceritakan kepada kami dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Suatu kaum akan keluar dari neraka setelah api membakar mereka, lalu mereka akan masuk janah, lalu penghuni janah menamai mereka al-jahannamiyyun.”

Sunan Abu Dawud hadis nomor 1970

١٩٧٠ - (صحيح) [حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ حَنۡبَلٍ [قَالَ]: نا يَحۡيَى بۡنُ سَعِيدٍ، عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ، أَخۡبَرَنِي أَبُو الزُّبَيۡرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ يَقُولُ: رَأَيۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَرۡمِي عَلَى رَاحِلَتِهِ يَوۡمَ النَّحۡرِ يَقُولُ: (لِتَأۡخُذُوا مَنَاسِكَكُمۡ، قَالَ: [لَا أَدۡرِي] لَعَلِّي لَا أَحُجُّ بَعۡدَ حَجَّتِي هٰذِهِ)] [م].

1970. [Sahih] Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij: Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku bahwa beliau mendengar Jabir bin ‘Abdullah mengatakan:

Aku melihat Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melempari jamrah dengan mengendarai binatang tunggangannya pada hari nahar seraya berkata, “Ambillah manasik haji kalian (dariku)!” Beliau melanjutkan, “Aku tidak tahu barangkali aku tidak bisa berhaji setelah hajiku ini.”

Sunan An-Nasa`i hadis nomor 3062

٣٠٦٢ - (صحيح) أَخۡبَرَنَا عَمۡرُو بۡنُ عَلِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ سَعِيدٍ قَالَ: أَنۡبَأَنَا ابۡنُ جُرَيۡجٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي أَبُو الزُّبَيۡرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ، يَقُولُ: رَأَيۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَرۡمِي الۡجَمۡرَةَ وَهُوَ عَلَى بَعِيرِهِ، وَهُوَ يَقُولُ: (يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مَنَاسِكَكُمۡ؛ فَإِنِّي لَا أَدۡرِي! لَعَلِّي لَا أَحُجُّ بَعۡدَ عَامِي هٰذَا). [(حجة النبي ﷺ)(٨٢)، م، (إرواء الغليل)(١٠٥٩)].

3062. [Sahih] ‘Amr bin ‘Ali telah mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ibnu Juraij memberitakan kepada kami. Beliau berkata: Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku bahwa beliau mendengar Jabir bin ‘Abdullah mengatakan: Aku melihat Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melempari jamrah dengan mengendarai untanya seraya berkata, “Wahai sekalian manusia, ambillah manasik haji kalian (dariku)! Karena aku tidak tahu barangkali aku tidak bisa berhaji setelah tahun ini.”

Sunan At-Tirmidzi hadis nomor 894

٥٩ - بَابُ مَا جَاءَ فِي رَمۡىِ يَوۡمِ النَّحۡرِ ضُحًى
59. Bab Riwayat tentang Melempari Jamrah di Hari Nahar pada Waktu Duha


٨٩٤ - (صحيح) حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ خَشۡرَمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عِيسَى بۡنُ يُونُسَ، عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ، عَنۡ أَبِي الزُّبَيۡرِ، عَنۡ جَابِرٍ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَرۡمِي يَوۡمَ النَّحۡرِ ضُحًى، وَأَمَّا بَعۡدَ ذٰلِكَ، فَبَعۡدَ زَوَالِ الشَّمۡسِ. هٰذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَالۡعَمَلُ عَلَى هٰذَا الۡحَدِيثِ عِنۡدَ أَكۡثَرِ أَهۡلِ الۡعِلۡمِ؛ أَنَّهُ لَا يَرۡمِي بَعۡدَ يَوۡمِ النَّحۡرِ إِلَّا بَعۡدَ الزَّوَالِ. [(ابن ماجه)(٣٠٥٣): م].

894. [Sahih] ‘Ali bin Khasyram telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: ‘Isa bin Yunus menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir. Beliau mengatakan: Dahulu, Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melempari jamrah di hari nahar pada waktu duha. Adapun hari-hari setelah itu, beliau melakukannya setelah matahari mulai condong ke barat.

Ini adalah hadis hasan sahih. Sebagian besar ulama beramal atas dasar hadis ini bahwa melempari jamrah setelah hari nahar hanyalah dilakukan setelah matahari mulai condong ke barat.

Sunan Abu Dawud hadis nomor 1971

١٩٧١ - (صحيح) حَدَّثَنَا [ابۡنُ حَنۡبَلٍ]، نا يَحۡيَى بۡنُ سَعِيدٍ، عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ، أَخۡبَرَنِي أَبُو الزُّبَيۡرِ، سَمِعۡتُ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ يَقُولُ: رَأَيۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَرۡمِي عَلَى رَاحِلَتِهِ يَوۡمَ النَّحۡرِ ضُحًى، فَأَمَّا بَعۡدَ ذٰلِكَ فَبَعۡدَ زَوَالِ الشَّمۡسِ. [م].

1971. [Sahih] Ibnu Hanbal telah menceritakan kepada kami: Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij: Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku: Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah mengatakan: Aku melihat Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melempari (jamrah) di atas binatang tunggangannya pada hari nahar (Iduladha) di waktu duha. Adapun hari-hari setelah itu, beliau melakukannya setelah matahari condong ke barat.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6554, 6555, dan 6556

٦٥٥٤ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ، عَنۡ أَبِي حَازِمٍ، عَنۡ سَهۡلِ بۡنِ سَعۡدٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَيَدۡخُلَنَّ الۡجَنَّةَ مِنۡ أُمَّتِي سَبۡعُونَ، أَوۡ سَبۡعُمِائَةِ أَلۡفٍ - لَا يَدۡرِي أَبُو حَازِمٍ أَيُّهُمَا قَالَ - مُتَمَاسِكُونَ، آخِذٌ بَعۡضُهُمۡ بَعۡضًا، لَا يَدۡخُلُ أَوَّلُهُمۡ حَتَّى يَدۡخُلَ آخِرُهُمۡ، وُجُوهُهُمۡ عَلَى صُورَةِ الۡقَمَرِ لَيۡلَةَ الۡبَدۡرِ). [طرفه في: ٣٢٤٧].

6554. Qutaibah telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul ‘Aziz menceritakan kepada kami dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa’d: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu—Abu Hazim tidak tahu yang mana yang Sahl ucapkan—dari umatku pasti akan masuk janah dengan berpegangan. Satu sama lain saling berpegang sehingga orang paling pertama tidak akan masuk sampai orang yang terakhir masuk. Wajah-wajah mereka laksana bulan purnama.”

٦٥٥٥ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مَسۡلَمَةَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ سَهۡلٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (إِنَّ أَهۡلَ الۡجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوۡنَ الۡغُرَفَ فِي الۡجَنَّةِ، كَمَا تَتَرَاءَوۡنَ الۡكَوۡكَبَ فِي السَّمَاءِ).

6555. ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul ‘Aziz menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Sahl, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Sesungguhnya penghuni janah akan memandang kamar-kamar di dalam janah sebagaimana kalian sekarang melihat bintang di langit.”

٦٥٥٦ - قَالَ أَبِي: فَحَدَّثۡتُ النُّعۡمَانَ بۡنَ أَبِي عَيَّاشٍ فَقَالَ: أَشۡهَدُ لَسَمِعۡتُ أَبَا سَعِيدٍ يُحَدِّثُ وَيَزِيدُ فِيهِ: (كَمَا تَرَاءَوۡنَ الۡكَوۡكَبَ الۡغَارِبَ فِي الۡأُفُقِ الشَّرۡقِيِّ وَالۡغَرۡبِيِّ). [طرفه في: ٣٢٥٦].

6556. Ayahku berkata: Aku menceritakan kepada An-Nu’man bin Abu ‘Ayyasy, lalu beliau berkata: Aku bersaksi bahwa aku benar-benar mendengar Abu Sa’id menceritakan dan menambahkan, “Sebagaimana kalian memandang bintang yang tampak di ufuk timur dan barat.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6551, 6552, dan 6553

٦٥٥١ - حَدَّثَنَا مُعَاذُ بۡنُ أَسَدٍ: أَخۡبَرَنَا الۡفَضۡلُ بۡنُ مُوسَى: أَخۡبَرَنَا الۡفُضَيۡلُ: عَنۡ أَبِي حَازِمٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَا بَيۡنَ مَنۡكِبَيِ الۡكَافِرِ مَسِيرَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ لِلرَّاكِبِ الۡمُسۡرِعِ).

6551. Mu’adz bin Asad telah menceritakan kepada kami: Al-Fadhl bin Musa mengabarkan kepada kami: Al-Fudhail mengabarkan kepada kami dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Jarak antara dua pundak orang kafir adalah sejarak perjalanan pengendara kuda cepat selama tiga hari.”

٦٥٥٢ - وَقَالَ إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: أَخۡبَرَنَا الۡمُغِيرَةُ بۡنُ سَلَمَةَ: حَدَّثَنَا وُهَيۡبٌ، عَنۡ أَبِي حَازِمٍ، عَنۡ سَهۡلِ بۡنِ سَعۡدٍ، عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالَ: (إِنَّ فِي الۡجَنَّةِ لَشَجَرَةً، يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقۡطَعُهَا).

6552. Ishaq bin Ibrahim berkata: Al-Mughirah bin Salamah mengabarkan kepada kami: Wuhaib menceritakan kepada kami dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa’d, dari Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Sesungguhnya di dalam janah ada pohon yang jika seorang pengendara kuda berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun belum bisa melewatinya.”

٦٥٥٣ - قَالَ أَبُو حَازِمٍ: فَحَدَّثۡتُ بِهِ النُّعۡمَانَ بۡنَ أَبِي عَيَّاشٍ فَقَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (إِنَّ فِي الۡجَنَّةِ لَشَجَرَةً، يَسِيرُ الرَّاكِبُ الۡجَوَادَ الۡمُضَمَّرَ السَّرِيعَ مِائَةَ عَامٍ مَا يَقۡطَعُهَا).

6553. Abu Hazim berkata: Aku menceritakannya kepada An-Nu’man bin Abu ‘Ayyasy, lalu beliau berkata: Abu Sa’id menceritakan kepadaku dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Sesungguhnya di dalam janah ada satu pohon yang jika penunggang kuda super cepat yang terlatih, berjalan selama seratus tahun, belum bisa melewatinya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6546 dan 6547

٥١ - بَابُ صِفَةِ الۡجَنَّةِ وَالنَّارِ
51. Bab Sifat Janah dan Neraka


وَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (أَوَّلُ طَعَامٍ يَأۡكُلُهُ أَهۡلُ الۡجَنَّةِ زِيَادَةُ كَبِدِ حُوتٍ)، ﴿عَدۡنٌ﴾ [التوبة: ٧٢] خُلۡدٌ، عَدَنۡتُ بِأَرۡضٍ: أَقَمۡتُ، وَمِنۡهُ الۡمَعۡدِنُ ﴿فِي مَعۡدِنِ صِدۡقٍ﴾ [القمر: ٥٥] فِي مَنۡبِتِ صِدۡقٍ.

Abu Sa’id berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Hidangan pertama yang dimakan oleh penghuni janah adalah sepotong daging yang menempel di hati ikan paus.”

“‘Adn” (QS At-Taubah: 72) adalah kekal. ‘Adantu bi arḍ artinya aku tinggal. Turunan dari kata itu adalah al-ma‘din (tempat tersimpannya mineral tambang). “Fī ma‘dini ṣidq” artinya di tempat tumbuhnya kebenaran.

٦٥٤٦ - حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ بۡنُ الۡهَيۡثَمِ: حَدَّثَنَا عَوۡفٌ، عَنۡ أَبِي رَجَاءٍ، عَنۡ عِمۡرَانَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (اطَّلَعۡتُ فِي الۡجَنَّةِ فَرَأَيۡتُ أَكۡثَرَ أَهۡلِهَا الۡفُقَرَاءَ، وَاطَّلَعۡتُ فِي النَّارِ فَرَأَيۡتُ أَكۡثَرَ أَهۡلِهَا النِّسَاءَ). [طرفه في: ٣٢٤١].

6546. ‘Utsman bin Al-Haitsam telah menceritakan kepada kami: ‘Auf menceritakan kepada kami dari Abu Raja`, dari ‘Imran, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Aku melihat di dalam janah, lalu aku melihat mayoritas penghuninya adalah orang-orang fakir. Aku melihat di dalam neraka, lalu aku melihat mayoritas penghuninya adalah para wanita.”

٦٥٤٧ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ: أَخۡبَرَنَا سُلَيۡمَانُ التَّيۡمِيُّ، عَنۡ أَبِي عُثۡمَانَ، عَنۡ أُسَامَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (قُمۡتُ عَلَى بَابِ الۡجَنَّةِ، فَكَانَ عَامَّةُ مَنۡ دَخَلَهَا الۡمَسَاكِينَ، وَأَصۡحَابُ الۡجَدِّ مَحۡبُوسُونَ، غَيۡرَ أَنَّ أَصۡحَابَ النَّارِ قَدۡ أُمِرَ بِهِمۡ إِلَى النَّارِ، وَقُمۡتُ عَلَى بَابِ النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنۡ دَخَلَهَا النِّسَاءُ). [طرفه في: ٥١٩٦].

6547. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Isma’il menceritakan kepada kami: Sulaiman At-Taimi mengabarkan kepada kami dari Abu ‘Utsman, dari Usamah, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Aku berdiri di depan pintu janah, ternyata kebanyakan yang memasukinya adalah orang-orang miskin, sementara orang-orang kaya masih tertahan. Selain mereka adalah penghuni neraka yang telah disuruh ke neraka. Aku berdiri di depan pintu neraka, ternyata kebanyakan yang memasukinya adalah para wanita.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6543, 6544, dan 6545

٦٥٤٣ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ أَبِي مَرۡيَمَ: حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ، عَنۡ سَهۡلِ بۡنِ سَعۡدٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَيَدۡخُلَنَّ الۡجَنَّةَ مِنۡ أُمَّتِي سَبۡعُونَ أَلۡفًا، أَوۡ سَبۡعُمِائَةِ أَلۡفٍ - شَكَّ فِي أَحَدِهِمَا - مُتَمَاسِكِينَ، آخِذٌ بَعۡضُهُمۡ بِبَعۡضٍ، حَتَّى يَدۡخُلَ أَوَّلُهُمۡ وَآخِرُهُمُ الۡجَنَّةَ، وَوُجُوهُهُمۡ عَلَى ضَوۡءِ الۡقَمَرِ لَيۡلَةَ الۡبَدۡرِ). [طرفه في: ٣٢٤٧].

6543. Sa’id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami: Abu Ghassan menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Abu Hazim menceritakan kepadaku dari Sahl bin Sa’d. Beliau berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu—perawi ragu terhadap salah satu dari dua bilangan tersebut—orang dari umatku pasti akan masuk janah dengan berpegangan. Satu sama lain saling berpegangan sampai orang pertama dan terakhir mereka masuk janah, dalam keadaan wajah mereka laksana cahaya bulan purnama.”

٦٥٤٤ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ صَالِحٍ، حَدَّثَنَا نَافِعٌ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (إِذَا دَخَلَ أَهۡلُ الۡجَنَّةِ الۡجَنَّةَ وَأَهۡلُ النَّارِ النَّارَ، ثُمَّ يَقُومُ مُؤَذِّنٌ بَيۡنَهُمۡ: يَا أَهۡلَ النَّارِ لَا مَوۡتَ، وَيَا أَهۡلَ الۡجَنَّةِ لَا مَوۡتَ، خُلُودٌ). [الحديث ٦٥٤٤ - طرفه في: ٦٥٤٨].

6544. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Shalih: Nafi’ menceritakan kepada kami dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Apabila penghuni janah sudah masuk janah dan penghuni neraka sudah masuk neraka, ada penyeru berdiri di antara mereka (seraya menyeru), ‘Wahai penghuni neraka, tidak ada lagi kematian. Wahai penghuni janah, tidak ada lagi kematian. Yang ada adalah kekekalan.’”

٦٥٤٥ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (يُقَالُ لِأَهۡلِ الۡجَنَّةِ: خُلُودٌ لَا مَوۡتَ، وَلِأَهۡلِ النَّارِ: خُلُودٌ لَا مَوۡتَ).

‏6545. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami: Abu Az-Zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Dikatakan kepada penghuni janah: Kekal, tidak ada kematian. Dikatakan pula kepada penghuni neraka: Kekal, tidak ada kematian.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6538

٦٥٣٨ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا مُعَاذُ بۡنُ هِشَامٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ (ح). وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ مَعۡمَرٍ: حَدَّثَنَا رَوۡحُ بۡنُ عُبَادَةَ: حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنۡ قَتَادَةَ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بۡنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ نَبِيَّ اللهِ ﷺ كَانَ يَقُولُ: (يُجَاءُ بِالۡكَافِرِ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ فَيُقَالُ لَهُ: أَرَأَيۡتَ لَوۡ كَانَ لَكَ مِلۡءُ الۡأَرۡضِ ذَهَبًا، أَكُنۡتَ تَفۡتَدِي بِهِ؟ فَيَقُولُ: نَعَمۡ، فَيُقَالُ لَهُ: قَدۡ كُنۡتَ سُئِلۡتَ مَا هُوَ أَيۡسَرُ مِنۡ ذٰلِكَ). [طرفه في: ٣٣٣٤].

6538. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ayahku menceritakan kepadaku dari Qatadah, dari Anas, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. (Dalam riwayat lain) Muhammad bin Ma’mar telah menceritakan kepadaku: Rauh bin ‘Ubadah menceritakan kepada kami: Sa’id menceritakan kepada kami dari Qatadah: Anas bin Malik—radhiyallahu ‘anhu—menceritakan kepada kami: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—pernah mengatakan:

Seorang kafir didatangkan pada hari kiamat lalu ditanya, “Kalau engkau memiliki emas sepenuh bumi, apakah engkau akan menebus diri dengannya?”

Dia menjawab, “Iya.”

Lalu dikatakan kepadanya, “Sungguh, dahulu engkau diminta untuk melakukan hal yang lebih mudah daripada itu.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6533, 6534, dan 6535

٤٨ - بَابُ الۡقِصَاصِ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ
48. Bab Kisas pada Hari Kiamat


وَهِيَ الۡحَاقَّةُ، لِأَنَّ فِيهَا الثَّوَابَ وَحَوَاقَّ الۡأُمُورِ، الۡحَقَّةُ وَالۡحَاقَّةُ وَاحِدٌ، وَالۡقَارِعَةُ وَالۡغَاشِيَةُ وَالصَّاخَّةُ، وَالتَّغَابُنُ: غَبۡنُ أَهۡلِ الۡجَنَّةِ أَهۡلَ النَّارِ.

Hari kiamat disebut al-ḥāqqah karena di hari itu ada balasan dan akibat segala urusan. Al-Ḥaqqah dan al-ḥāqqah artinya sama. Hari kiamat disebut juga al-qāri‘ah, al-gāsyiyah, aṣ-ṣākhkhah. At-Tagābun adalah peristiwa penghuni janah mengalahkan penghuni neraka.

٦٥٣٣ - حَدَّثَنَا عُمَرُ بۡنُ حَفۡصٍ: حَدَّثَنَا أَبِي: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ: حَدَّثَنِي شَقِيقٌ: سَمِعۡتُ عَبۡدَ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: أَوَّلُ مَا يُقۡضَى بَيۡنَ النَّاسِ بِالدِّمَاءِ). [الحديث ٦٥٣٣ - طرفه في: ٦٨٦٤].

6533. ‘Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami: Syaqiq menceritakan kepadaku: Aku mendengar ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhu—: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Perkara pertama yang diputuskan antara manusia adalah darah.”

٦٥٣٤ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنۡ سَعِيدٍ الۡمَقۡبُرِيِّ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: مَنۡ كَانَتۡ عِنۡدَهُ مَظۡلَمَةٌ لِأَخِيهِ فَلۡيَتَحَلَّلۡهُ مِنۡهَا، فَإِنَّهُ لَيۡسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرۡهَمٌ مِنۡ قَبۡلِ أَنۡ يُؤۡخَذَ لِأَخِيهِ مِنۡ حَسَنَاتِهِ، فَإِنۡ لَمۡ يَكُنۡ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنۡ سَيِّئَآتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتۡ عَلَيۡهِ). [طرفه في: ٢٤٤٩].

6534. Isma’il telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Malik menceritakan kepadaku dari Sa’id Al-Maqburi, dari Abu Hurairah: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Siapa saja yang telah melakukan kezaliman kepada saudaranya, hendaknya meminta maaf kepadanya dari kezaliman tersebut, karena kelak tidak ada dinar atau dirham, sebelum nanti kebaikannya diambil untuk saudaranya. Jika dia sudah tidak memiliki kebaikan, kejelekan saudaranya diambil lalu ditimpakan kepadanya.”

٦٥٣٥ - حَدَّثَنِي الصَّلۡتُ بۡنُ مُحَمَّدٍ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ زُرَيۡعٍ: ﴿وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِمۡ مِنۡ غِلٍّ﴾ [الحجر: ٤٧]، قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَبِي الۡمُتَوَكِّلِ النَّاجِيِّ: أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيَّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَخۡلُصُ الۡمُؤۡمِنُونَ مِنَ النَّارِ، فَيُحۡبَسُونَ عَلَى قَنۡطَرَةٍ بَيۡنَ الۡجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَيُقَصُّ لِبَعۡضِهِمۡ مِنۡ بَعۡضٍ مَظَالِمُ كَانَتۡ بَيۡنَهُمۡ فِي الدُّنۡيَا، حَتَّى إِذَا هُذِّبُوا وَنُقُّوا أُذِنَ لَهُمۡ فِي دُخُولِ الۡجَنَّةِ، فَوَالَّذِي نَفۡسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَأَحَدُهُمۡ أَهۡدَى بِمَنۡزِلِهِ فِي الۡجَنَّةِ مِنۡهُ بِمَنۡزِلِهِ كَانَ فِي الدُّنۡيَا).

[طرفه في: ٢٤٤٠].

6535. Ash-Shalt bin Muhammad telah menceritakan kepadaku: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami, “Dan Kami cabut rasa dendam di dalam dada-dada mereka”. Beliau berkata: Sa’id bin Qatadah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Abu Al-Mutawakkil An-Naji: Abu Sa’id Al-Khudri—radhiyallahu ‘anhu—berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Kaum mukminin selamat dari neraka, lalu mereka ditahan di atas jembatan antara janah dan neraka. Kezaliman antara sesama mereka di dunia saling dikisas satu sama lain, sampai ketika mereka telah dimurnikan dan dibersihkan, mereka diizinkan masuk janah. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh (di saat itu) salah seorang mereka lebih mengerti tempat tinggalnya di janah daripada tempat tinggalnya dahulu di dunia.”

Shahih Muslim hadis nomor 2647

٦ - (٢٦٤٧) - حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَزُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ وَإِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ - وَاللَّفۡظُ لِزُهَيۡرٍ - قَالَ إِسۡحَاقُ: أَخۡبَرَنَا وَقَالَ الۡآخَرَانِ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، عَنۡ سَعۡدِ بۡنِ عُبَيۡدَةَ، عَنۡ أَبِي عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، عَنۡ عَلِيٍّ، قَالَ: كُنَّا فِي جَنَازَةٍ فِي بَقِيعِ الۡغَرۡقَدِ. فَأَتَانَا رَسُولُ اللهِ ﷺ. فَقَعَدَ وَقَعَدۡنَا حَوۡلَهُ، وَمَعَهُ مِخۡصَرَةٌ، فَنَكَّسَ فَجَعَلَ يَنۡكُتُ بِمِخۡصَرَتِهِ. ثُمَّ قَالَ: (مَا مِنۡكُمۡ مِنۡ أَحَدٍ، مَا مِنۡ نَفۡسٍ مَنۡفُوسَةٍ، إِلَّا وَقَدۡ كَتَبَ اللهُ مَكَانَهَا مِنَ الۡجَنَّةِ وَالنَّارِ. وَإِلَّا وَقَدۡ كُتِبَتۡ شَقِيَّةً أَوۡ سَعِيدَةً)، قَالَ: فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا نَمۡكُثُ عَلَىٰ كِتَابِنَا، وَنَدَعُ الۡعَمَلَ؟ فَقَالَ: (مَنۡ كَانَ مِنۡ أَهۡلِ السَّعَادَةِ فَسَيَصِيرُ إِلَىٰ عَمَلِ أَهۡلِ السَّعَادَةِ، وَمَنۡ كَانَ مِنۡ أَهۡلِ الشَّقَاوَةِ فَسَيَصِيرُ إِلَىٰ عَمَلِ أَهۡلِ الشَّقَاوَةِ) فَقَالَ: (اعۡمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ. أَمَّا أَهۡلُ السَّعَادَةِ، فَيُيَسَّرُونَ لِعَمَلِ أَهۡلِ السَّعَادَةِ، وَأَمَّا أَهۡلُ الشَّقَاوَةِ، فَيُيَسَّرُونَ لِعَمَلِ أَهۡلِ الشَّقَاوَةِ). ثُمَّ قَرَأَ: ﴿فَأَمَّا مَنۡ أَعۡطَىٰ وَٱتَّقَىٰ ۝٥ وَصَدَّقَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ ۝٦ فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡيُسۡرَىٰ ۝٧ وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسۡتَغۡنَىٰ ۝٨ وَكَذَّبَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ ۝٩ فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡعُسۡرَىٰ ۝١٠﴾ [الليل: ٥-١٠].


6. (2647). ‘Utsman bin Abu Syaibah, Zuhair bin Harb, dan Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami. Lafaz hadis ini milik Zuhair. Ishaq berkata: Telah mengabarkan kepada kami. Dua rawi lainnya berkata: Jarir menceritakan kepada kami dari Manshur, dari Sa’d bin ‘Ubaidah, dari Abu ‘Abdurrahman, dari ‘Ali. Beliau berkata:

Kami pernah mengikuti pemakaman jenazah di Baqi’ Al-Gharqad, lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mendatangi kami. Beliau duduk. Kami pun duduk di sekitar beliau. Beliau membawa sebatang tongkat lalu menundukkan kepala, lalu menekan tanah dengan (ujung) tongkatnya. Kemudian beliau berkata, “Tidaklah seorang pun dari kalian dan tidaklah satu jiwa yang diciptakan, kecuali tempatnya di janah dan di neraka telah ditulis, serta kesengsaraan dan kebahagiaannya telah ditulis.”

‘Ali berkata: Seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, kalau begitu apa kita tidak bersandar saja kepada catatan takdir kita dan meninggalkan amalan?”

Dia berkata, “Barang siapa di antara kita yang termasuk orang yang bahagia, maka dia akan melakukan amalan orang yang bahagia. Barang siapa di antara kita termasuk orang yang sengsara, maka dia akan melakukan amalan orang yang sengsara.”

Nabi bersabda, “Beramallah! Masing-masing akan dimudahkan. Adapun orang yang bahagia, dia akan dimudahkan kepada amal kebahagiaan. Adapun orang yang sengsara, dia akan dimudahkan kepada amal kesengsaraan.”

Kemudian beliau membaca, “Adapun barang siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan pahala yang terbaik (janah), Kami akan mudahkan dia kepada jalan yang mudah. Adapun barang siapa yang bakhil dan merasa dirinya tidak butuh (pahala), serta mendustakan pahala yang terbaik, Kami akan mudahkan dia kepada jalan yang sukar.” (QS Al-Lail: 5).

(...) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَهَنَّادُ بۡنُ السَّرِيِّ. قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو الۡأَحۡوَصِ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، بِهٰذَا الۡإِسۡنَادِ، فِي مَعۡنَاهُ.

وَقَالَ: فَأَخَذَ عُودًا، وَلَمۡ يَقُلۡ: مِخۡصَرَةً.

وَقَالَ ابۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ فِي حَدِيثِهِ، عَنۡ أَبِي الۡأَحۡوَصِ: ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللهِ ﷺ.

Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Hannad bin As-Sari telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Abu Al-Ahwash menceritakan kepada kami dari Manshur melalui sanad ini semakna hadis tersebut. Beliau berkata: Lalu Nabi mengambil sebatang dahan (‘ūd). Beliau tidak menyebutkan: mikhṣarah.

٧ - (...) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَزُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ وَأَبُو سَعِيدٍ الۡأَشَجُّ. قَالُوا: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ. (ح) وَحَدَّثَنَا ابۡنُ نُمَيۡرٍ: حَدَّثَنَا أَبِي: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ. (ح) وَحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيۡبٍ - وَاللَّفۡظُ لَهُ -: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ، عَنۡ سَعۡدِ بۡنِ عُبَيۡدَةَ، عَنۡ أَبِي عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ السُّلَمِيِّ، عَنۡ عَلِيٍّ. قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ ذَاتَ يَوۡمٍ جَالِسًا، وَفِي يَدِهِ عُودٌ يَنۡكُتُ بِهِ، فَرَفَعَ رَأۡسَهُ، فَقَالَ: (مَا مِنۡكُمۡ مِنۡ نَفۡسٍ إِلَّا وَقَدۡ عُلِمَ مَنۡزِلُهَا مِنَ الۡجَنَّةِ وَالنَّارِ)، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، فَلِمَ نَعۡمَلُ؟ أَفَلَا نَتَّكِلُ؟ قَالَ: (لَا، اعۡمَلُوا، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ)، ثُمَّ قَرَأَ: ﴿فَأَمَّا مَنۡ أَعۡطَىٰ وَٱتَّقَىٰ * وَصَدَّقَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ﴾ إِلَىٰ قَوۡلِهِ: ﴿فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡعُسۡرَىٰ ۝١٠﴾ [الليل: ٥-١٠].

7. Abu Bakr bin Abu Syaibah, Zuhair bin Harb, dan Abu Sa’id Al-Asyajj telah menceritakan kepada kami. Mereka berkata: Waki’ menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami—lafaz hadis ini milik beliau—: Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari Sa’d bin ‘Ubaidah, dari Abu ‘Abdurrahman As-Sulami, dari ‘Ali. Beliau berkata:

Suatu hari Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—duduk dalam keadaan di tangan beliau ada sebatang dahan yang digunakan untuk menggaris-garis tanah, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya berkata, “Tidaklah satu jiwa pun dari kalian kecuali tempat tinggalnya di janah dan neraka telah diketahui.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu mengapa kita beramal? Apa kita tidak berpangku tangan saja?”

Rasulullah bersabda, “Jangan! Beramallah kalian! Karena masing-masing akan dimudahkan pada apa yang dia diciptakan untuknya.”

Kemudian beliau membaca ayat, “Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertakwa, serta membenarkan pahala yang terbaik…,” sampai firman-Nya, “… maka Kami akan mudahkan dia kepada jalan yang sukar.” (QS Al-Lail: 5-10).

(...) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّىٰ وَابۡنُ بَشَّارٍ. قَالَا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ جَعۡفَرٍ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ مَنۡصُورٍ وَالۡأَعۡمَشِ؛ أَنَّهُمَا سَمِعَا سَعۡدَ بۡنَ عُبَيۡدَةَ يُحَدِّثُهُ، عَنۡ أَبِي عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ السُّلَمِيِّ، عَنۡ عَلِيٍّ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ... بِنَحۡوِهِ.

Muhammad bin Al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Manshur dan Al-A’masy: Keduanya mendengar Sa’d bin ‘Ubaidah menceritakannya dari Abu ‘Abdurrahman As-Sulami, dari ‘Ali, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—semisal hadis tersebut.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6531 dan 6532

٤٧ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُمۡ مَبۡعُوثُونَ ۞ لِيَوۡمٍ عَظِيمٍ ۞ يَوۡمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الۡعَالَمِينَ﴾ [المطففين: ٤-٦]
47. Bab Firman Allah taala, “Tidakkah mereka mengira bahwa mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang agung, yaitu hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan alam semesta?” (QS Al-Mutaffifin: 4-6)


وَقَالَ ابۡنُ عَبَّاسٍ: ﴿وَتَقَطَّعَتۡ بِهِمُ الۡأَسۡبَابُ﴾ [البقرة: ١٦٦] قَالَ: الۡوُصُلَاتُ فِي الدُّنۡيَا.

Ibnu ‘Abbas berkata, “Dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.” (QS Al-Baqarah: 166). Beliau berkata: Yaitu hubungan di dunia.

٦٥٣١ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ أَبَانَ: حَدَّثَنَا عِيسَى بۡنُ يُونُسَ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عَوۡنٍ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: ﴿يَوۡمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الۡعَالَمِينَ﴾ قَالَ: يَقُومُ أَحَدُهُمۡ فِي رَشۡحِهِ إِلَى أَنۡصَافِ أُذُنَيۡهِ). [طرفه في: ٤٩٣٨].

6531. Isma’il bin Aban telah menceritakan kepada kami: ‘Isa bin Yunus menceritakan kepada kami: Ibnu ‘Aun menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—: Tentang ayat, “Pada hari manusia akan berdiri menghadap Tuhan alam semesta,” beliau bersabda, “Salah seorang mereka akan berdiri (terbenam) dalam keringatnya setinggi pertengahan kedua telinganya.”

٦٥٣٢ - حَدَّثَنِي عَبۡدُ الۡعَزِيزِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: حَدَّثَنِي سُلَيۡمَانُ، عَنۡ ثَوۡرِ بۡنِ زَيۡدٍ، عَنۡ أَبِي الۡغَيۡثِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (يَعۡرَقُ النَّاسُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ حَتَّى يَذۡهَبَ عَرَقُهُمۡ فِي الۡأَرۡضِ سَبۡعِينَ ذِرَاعًا، وَيُلۡجِمُهُمۡ حَتَّى يَبۡلُغَ آذَانَهُمۡ).

6532. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku. Beliau berkata: Sulaiman menceritakan kepadaku dari Tsaur bin Zaid, dari Abu Al-Ghaits, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Orang-orang akan berkeringat pada hari kiamat sampai keringat mereka akan meresap ke tanah sedalam tujuh puluh hasta dan membenamkan mereka hingga mencapai telinga-telinga mereka.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6530

٤٦ - بَابُ قَوۡلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: ﴿إِنَّ زَلۡزَلَةَ السَّاعَةِ شَيۡءٌ عَظِيمٌ﴾ [الحج: ١] ﴿أَزِفَتِ الۡآزِفَةُ﴾ [النجم: ٥٧] ﴿اقۡتَرَبَتِ السَّاعَةُ﴾ [القمر: ١]
46. Bab firman Allah—‘azza wa jalla—, “Sesungguhnya goncangan hari kiamat adalah suatu kejadian yang amat besar.” (QS Al-Hajj: 1). “Hari kiamat hampir tiba.” (QS An-Najm: 57). “Hari kiamat telah dekat.” (QS Al-Qamar: 1)


٦٥٣٠ - حَدَّثَنِي يُوسُفُ بۡنُ مُوسَى: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ أَبِي صَالِحٍ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَقُولُ اللهُ: يَا آدَمُ، فَيَقُولُ: لَبَّيۡكَ وَسَعۡدَيۡكَ وَالۡخَيۡرُ فِي يَدَيۡكَ، قَالَ: يَقُولُ: أَخۡرِجۡ بَعۡثَ النَّارِ، قَالَ: وَمَا بَعۡثُ النَّارِ؟ قَالَ: مِنۡ كُلِّ أَلۡفٍ تِسۡعَمِائَةٍ وَتِسۡعَةً وَتِسۡعِينَ، فَذَاكَ حِينَ يَشِيبُ الصَّغِيرُ، وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمۡلٍ حَمۡلَهَا، وَتَرَى النَّاسَ سَكۡرَى وَمَا هُمۡ بِسَكۡرَى، وَلَكِنَّ عَذَابَ اللهِ شَدِيدٌ). فَاشۡتَدَّ ذٰلِكَ عَلَيۡهِمۡ فَقَالُوا: يَا رَسُولُ اللهِ، أَيُّنَا ذٰلِكَ الرَّجُلُ؟ قَالَ: (أَبۡشِرُوا، فَإِنَّ مِنۡ يَأۡجُوجَ وَمَأۡجُوجَ أَلۡفٌ وَمِنۡكُمۡ رَجُلٌ، ثُمَّ قَالَ: وَالَّذِي نَفۡسِي فِي يَدِهِ، إِنِّي لَأَطۡمَعُ أَنۡ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهۡلِ الۡجَنَّةِ). قَالَ: فَحَمِدۡنَا اللهَ وَكَبَّرۡنَا، ثُمَّ قَالَ: (وَالَّذِي نَفۡسِي فِي يَدِهِ، إِنِّي لَأَطۡمَعُ أَنۡ تَكُونُوا شَطۡرَ أَهۡلِ الۡجَنَّةِ، إِنَّ مَثَلَكُمۡ فِي الۡأُمَمِ كَمَثَلِ الشَّعَرَةِ الۡبَيۡضَاءِ فِي جِلۡدِ الثَّوۡرِ الۡأَسۡوَدِ، أَوِ الرَّقۡمَةِ فِي ذِرَاعِ الۡحِمَارِ). [طرفه في: ٣٣٤٨].

6530. Yunus bin Musa telah menceritakan kepadaku: Jarir menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Sa’id. Beliau berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda:

Allah berkata, “Wahai Adam.”

Adam berkata, “Saya siap mematuhi dan melaksanakan perintah-Mu. Kebaikan berada di kedua tangan-Mu.”

Allah berkata, “Keluarkan orang-orang yang dikirim ke neraka!”

Adam bertanya, “Berapa jumlahnya?”

Allah menjawab, “Dari setiap seribu, (keluarkan) sembilan ratus sembilan puluh sembilan. Itulah saat anak kecil akan beruban, setiap wanita hamil mengalami keguguran, dan engkau akan melihat orang-orang mabuk padahal mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah sangat keras.”

Keterangan itu memberatkan pikiran para sahabat, lalu mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah satu (dari seribu) orang itu ada di antara kami?”

Rasulullah menjawab, “Bergembiralah! Sesungguhnya dari Yakjuj wa Makjuj ada seribu dan dari kalian ada satu orang.”

Kemudian beliau bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berharap kalian menjadi sepertiga penduduk janah.”

Abu Sa’id berkata: Kami memuji Allah dan bertakbir.

Kemudian beliau bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berharap kalian menjadi separuh penduduk janah. Sungguh permisalan (jumlah) kalian dibanding seluruh umat bagaikan bulu putih di kulit lembu hitam atau raqmah (bagian kecil bulat yang tidak berbulu) di kaki depan keledai.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4945

٣ - بَابٌ قَوۡلُهُ: ﴿فَأَمَّا مَنۡ أَعۡطَى وَاتَّقَى﴾ [٥]
3. Bab Firman Allah, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa” (QS Al-Lail: 5)


٤٩٤٥ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ سَعۡدِ بۡنِ عُبَيۡدَةَ، عَنۡ أَبِي عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ السُّلَمِيِّ، عَنۡ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي بَقِيعِ الۡغَرۡقَدِ فِي جَنَازَةٍ، فَقَالَ: (مَا مِنۡكُمۡ مِنۡ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدۡ كُتِبَ مَقۡعَدُهُ مِنَ الۡجَنَّةِ، وَمَقۡعَدُهُ مِنَ النَّارِ). فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا نَتَّكِلُ؟ فَقَالَ: (اعۡمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ) ثُمَّ قَرَأَ: ﴿فَأَمَّا مَنۡ أَعۡطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالۡحُسۡنَى﴾ إِلَى قَوۡلِهِ: ﴿لِلۡعُسۡرَى﴾ [٥-١٠]. [طرفه في: ١٣٦٢].

4945. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Sa’d bin ‘Ubaidah, dari Abu ‘Abdurrahman As-Sulami, dari ‘Ali—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau berkata:

Kami pernah bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—di Baqi’ Al-Gharqad dalam suatu pengurusan jenazah. Nabi bersabda, “Tidaklah seorang pun dari kalian kecuali tempat duduknya dari janah dan tempat duduknya dari neraka telah ditulis.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kalau begitu apa kita tidak berpangku tangan saja?”

Nabi menjawab, “Beramallah! Masing-masing akan dimudahkan.” Kemudian beliau membaca, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah), bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik …” sampai firman Allah, “… jalan yang sukar.” (QS Al-Lail: 5-10).

٤ – بَابُ قَوۡلِهِ: ﴿وَصَدَّقَ بِالۡحُسۡنَى﴾ [٦]
4. Bab Firman Allah, “Dan membenarkan pahala yang terbaik” (QS Al-Lail: 6)


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ، عَنۡ سَعۡدِ بۡنِ عُبَيۡدَةَ، عَنۡ أَبِي عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، عَنۡ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنَّا قُعُودًا عِنۡدَ النَّبِيِّ ﷺ، فَذَكَرَ الۡحَدِيثَ.

Musaddad telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari Sa’d bin ‘Ubaidah, dari Abu ‘Abdurrahman As-Sulami, dari ‘Ali—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau berkata: Kami pernah duduk di dekat Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Lalu beliau menyebutkan hadis tersebut.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6528 dan 6529

٦٥٢٨ - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ: حَدَّثَنَا غُنۡدَرٌ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ مَيۡمُونٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي قُبَّةٍ، فَقَالَ: (أَتَرۡضَوۡنَ أَنۡ تَكُونُوا رُبُعَ أَهۡلِ الۡجَنَّةِ؟)، قُلۡنَا: نَعَمۡ، قَالَ: (تَرۡضَوۡنَ أَنۡ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهۡلِ الۡجَنَّةِ؟). قُلۡنَا: نَعَمۡ، قَالَ: (أَتَرۡضَوۡنَ أَنۡ تَكُونُوا شَطۡرَ أَهۡلِ الۡجَنَّةِ؟). قُلۡنَا: نَعَمۡ، قَالَ: (وَالَّذِي نَفۡسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنِّي لَأَرۡجُو أَنۡ تَكُونُوا نِصۡفَ أَهۡلِ الۡجَنَّةِ، وَذٰلِكَ أَنَّ الۡجَنَّةَ لَا يَدۡخُلُهَا إِلَّا نَفۡسٌ مُسۡلِمَةٌ، وَمَا أَنۡتُمۡ فِي أَهۡلِ الشِّرۡكِ إِلَّا كَالشَّعۡرَةِ الۡبَيۡضَاءِ فِي جِلۡدِ الثَّوۡرِ الۡأَسۡوَدِ، أَوۡ كَالشَّعۡرَةِ السَّوۡدَاءِ فِي جِلۡدِ الثَّوۡرِ الۡأَحۡمَرِ). [الحديث ٦٥٢٨ - طرفه في: ٦٦٤٢].

6528. Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepadaku: Ghundar menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari ‘Amr bin Maimun, dari ‘Abdullah. Beliau berkata: Kami pernah bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam sebuah kemah.

Nabi bertanya, “Apakah kalian rida menjadi seperempat penghuni janah?”

Kami menjawab, “Iya.”

Nabi bertanya, “Apakah kalian rida menjadi sepertiga penghuni janah?”

Kami menjawab, “Iya.”

Nabi bertanya, “Apakah kalian rida menjadi setengah penghuni janah?”

Kami menjawab, “Iya.”

Nabi bersabda, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh aku berharap kalian akan menjadi separuh penduduk janah. Hal itu karena janah hanya dimasuki oleh jiwa yang berserah diri. Kalian dibandingkan dengan orang musyrik seperti bulu putih di kulit lembu hitam atau sehelai bulu hitam di kulit lembu merah.”

٦٥٢٩ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ: حَدَّثَنِي أَخِي، عَنۡ سُلَيۡمَانَ، عَنۡ ثَوۡرٍ، عَنۡ أَبِي الۡغَيۡثِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (أَوَّلُ مَنۡ يُدۡعَى يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ آدَمُ، فَتَرَاءَى ذُرِّيَّتُهُ، فَيُقَالُ: هٰذَا أَبُوكُمۡ آدَمُ، فَيَقُولُ: لَبَّيۡكَ وَسَعۡدَيۡكَ، فَيَقُولُ: أَخۡرِجۡ بَعۡثَ جَهَنَّمَ مِنۡ ذُرِّيَّتِكَ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ كَمۡ أُخۡرِجُ؟ فَيَقُولُ: أَخۡرِجۡ مِنۡ كُلِّ مِائَةٍ تِسۡعَةً وَتِسۡعِينَ). فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ، إِذَا أُخِذَ مِنَّا مِنۡ كُلِّ مِائَةٍ تِسۡعَةٌ وَتِسۡعُونَ، فَمَاذَا يَبۡقَى مِنَّا؟ قَالَ: (إِنَّ أُمَّتِي فِي الۡأُمَمِ كَالشَّعَرَةِ الۡبَيۡضَاءِ فِي الثَّوۡرِ الۡأَسۡوَدِ).

6529. Isma’il telah menceritakan kepada kami: Saudaraku menceritakan kepadaku dari Sulaiman, dari Tsaur, dari Abu Al-Ghaits, dari Abu Hurairah:

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda:

Yang pertama akan dipanggil pada hari kiamat adalah Adam. Keturunan Adam saling memandang, lalu dikatakan, “Ini adalah ayah kalian, Adam.”

Adam berkata, “Aku siap menuruti dan melaksanakan perintah-Mu.”

Allah berkata, “Keluarkan utusan neraka Jahannam dari keturunanmu!”

Adam berkata, “Ya Rabi, berapa orang yang boleh aku keluarkan?”

Allah berkata, “Keluarkan sembilan puluh sembilan orang dari setiap seratus orang!”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apabila diambil sembilan puluh sembilan dari setiap seratus dari kami, lalu apa yang tersisa dari kami?”

Nabi berkata, “Sesungguhnya (jumlah) umatku dibandingkan seluruh umat, seperti bulu putih di (tubuh) lembu hitam.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6525

٦٥٢٥ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ عَمۡرٍو، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَخۡطُبُ عَلَى الۡمِنۡبَرِ يَقُولُ: (إِنَّكُمۡ مُلَاقُو اللهِ حُفَاةً عُرَاةً غُرۡلًا). [طرفه في: ٣٣٤٩].

6525. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari ‘Amr, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—. Beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkhotbah di atas mimbar, “Sungguh kalian akan berjumpa Allah dalam keadaan tanpa alas kaki, tanpa busana, tidak berkhitan.”