Cari Blog Ini

Sunan An-Nasa`i hadits nomor 5420

٣١ - قَضَاءُ الۡحَاكِمِ عَلَى الۡغَائِبِ إِذَا عَرَفَهُ 
31. Keputusan hakim terhadap orang yang tidak hadir apabila dia mengenalinya 

٥٤٢٠ – (صحيح) أَخۡبَرَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ، قَالَ: أَنۡبَأَنَا وَكِيعٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بۡنُ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ، قَالَتۡ: جَاءَتۡ هِنۡدٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقَالَتۡ: يَا رَسُولَ اللهِ! إِنَّ أَبَا سُفۡيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ! وَلَا يُنۡفِقُ عَلَيَّ وَوَلَدِي مَا يَكۡفِينِي؛ أَفَآخُذُ مِنۡ مَالِهِ وَلَا يَشۡعُرُ؟! قَالَ: (خُذِي مَا يَكۡفِيكِ وَوَلَدِكِ؛ بِالۡمَعۡرُوفِ). [(ابن ماجه)(٢٣٩٣)، ق]. 
5420. Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: Waki’ memberitakan kepada kami. Beliau berkata: Hisyam bin ‘Urwah menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari ‘Aisyah. Beliau mengatakan: Hind datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya mengatakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir. Dia tidak memberi nafkah yang cukup untukku dan anakku. Apakah aku boleh mengambil sebagian hartanya tanpa sepengetahuannya?” Nabi bersabda, “Ambillah harta yang mencukupimu dan anakmu sekadar kebiasaan masyarakat setempat.”

Sunan Abu Dawud hadits nomor 3532 dan 3533

٨١ - بَابٌ فِي الرَّجُلِ يَأۡخُذُ حَقَّهُ مَنۡ تَحۡتَ يَدِهِ 
81. Bab tentang seorang lelaki yang diambil haknya oleh orang yang berada di bawah pengaturannya 

٣٥٣٢ – (صحيح) حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ يُونُسَ، نا زُهَيۡرٌ، نا هِشَامُ بۡنُ عُرۡوَةَ، عَنۡ عُرۡوَةَ، عَنۡ عَائِشَةَ، أَنَّ هِنۡدًا أُمَّ مُعَاوِيَةَ جَاءَتۡ رَسُولَ اللهِ ﷺ فَقَالَتۡ: إِنَّ أَبَا سُفۡيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ، وَإِنَّهُ لَا يُعۡطِينِي مَا يَكۡفِينِي وَبَنِيَّ، فَهَلۡ عَلَيَّ [مِنۡ] جُنَاح أَنۡ آخُذَ مِنۡ مَالِهِ شَيۡئًا؟ قَالَ: (خُذِي مَا يَكۡفِيكِ وَبَنِيكِ بِالۡمَعۡرُوفِ). [ق]. 
3532. Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami: Zuhair menceritakan kepada kami: Hisyam bin ‘Urwah menceritakan kepada kami dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, bahwa Hind Ummu Mu’awiyah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir. Dia tidak memberiku harta yang mencukupiku dan anakku. Apakah aku berdosa jika aku mengambil sebagian hartanya?” Nabi bersabda, “Ambillah harta yang mencukupimu dan anakmu sekadar kebiasaan masyarakat setempat.” 
٣٥٣٣ – (صحيح) حَدَّثَنَا خُشَيۡشُ بۡنُ أَصۡرَمَ، نا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ، أنا مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ عُرۡوَةَ، عَنۡ عَائِشَةَ قَالَتۡ: جَاءَتۡ هِنۡدٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَتۡ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ أَبَا سُفۡيَانَ رَجُلٌ مُمۡسِكٌ، فَهَلۡ عَلَيَّ مِنۡ حَرَجٍ أَنۡ أُنۡفِقَ عَلَى عِيَالِهِ مِنۡ مَالِهِ بِغَيۡرِ إِذۡنِهِ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا حَرَجَ عَلَيۡكِ أَنۡ تُنۡفِقِي [عَلَيۡهِمۡ] بِالۡمَعۡرُوفِ). [ق، انظر ما قبله]. 
3533. Khusyaisy bin Ashram telah menceritakan kepada kami: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah. Beliau mengatakan: Hind datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir. Apakah aku berdosa jika aku memberi nafkah kepada keluarganya dari hartanya tanpa izinnya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak mengapa engkau memberi nafkah kepada mereka sekadar kebiasaan masyarakat setempat.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 7180

٢٨ - بَابُ الۡقَضَاءِ عَلَى الۡغَائِبِ 
28. Bab keputusan hukum terhadap orang yang tidak hadir 

٧١٨٠ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ كَثِيرٍ: أَخۡبَرَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ هِشَامٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: أَنَّ هِنۡدَ قَالَتۡ لِلنَّبِيِّ ﷺ: إِنَّ أَبَا سُفۡيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ، فَأَحۡتَاجُ أَنۡ آخُذَ مِنۡ مَالِهِ؟ قَالَ: (خُذِي مَا يَكۡفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالۡمَعۡرُوفِ). [طرفه في: ٢٢١١]. 
7180. Muhammad bin Katsir telah menceritakan kepada kami: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Hisyam, dari ayahnya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: Bahwa Hind berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir, sehingga aku butuh untuk mengambil sebagian hartanya.” Nabi bersabda, “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu sekadar kebiasaan masyarakat setempat.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 7161

١٤ - بَابُ مَنۡ رَأَى لِلۡقَاضِي أَنۡ يَحۡكُمَ بِعِلۡمِهِ فِي أَمۡرِ النَّاسِ، إِذَا لَمۡ يَخَفِ الظُّنُونَ وَالتُّهَمَةَ 
14. Bab siapa saja yang memandang seorang hakim boleh membuat keputusan sesuai pengetahuannya pada perkara orang-orang, jika dia tidak mengkhawatirkan prasangka dan tuduhan 

كَمَا قَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِهِنۡدٍ: (خُذِي مَا يَكۡفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالۡمَعۡرُوفِ). وَذٰلِكَ إِذَا كَانَ أَمۡرًا مَشۡهُورًا. 
Sebagaimana yang diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Hind, “Ambillah apa yang mencukupimu dan anakmu sekadar kebiasaan masyarakat setempat.” Hal itu jika perkaranya merupakan perkara yang sudah masyhur. 
٧١٦١ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ: حَدَّثَنِي عُرۡوَةُ: أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا قَالَتۡ: جَاءَتۡ هِنۡدٌ بِنۡتُ عُتۡبَةَ بۡنِ رَبِيعَةَ فَقَالَتۡ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَاللهِ مَا كَانَ عَلَى ظَهۡرِ الۡأَرۡضِ أَهۡلُ خِبَاءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ أَنۡ يَذِلُّوا مِنۡ أَهۡلِ خِبَائِكَ، وَمَا أَصۡبَحَ الۡيَوۡمَ عَلَى ظَهۡرِ الأَرۡضِ أَهۡلُ خِبَاءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ أَنۡ يَعِزُّوا مِنۡ أَهۡلِ خِبَائِكَ. ثُمَّ قَالَتۡ: إِنَّ أَبَا سُفۡيَانَ رَجُلٌ مِسِّيكٌ، فَهَلۡ عَلَيَّ مِنۡ حَرَجٍ أَنۡ أُطۡعِمَ مِنَ الَّذِي لَهُ عِيَالَنَا؟ قَالَ لَهَا: (لَا حَرَجَ عَلَيۡكِ أَنۡ تُطۡعِمِيهِمۡ مِنۡ مَعۡرُوفٍ). [طرفه في: ٢٢١١]. 
7161. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri: ‘Urwah menceritakan kepadaku: Bahwa ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan: Hind binti ‘Utbah bin Rabi’ah datang seraya berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah, dahulu tidak ada penghuni rumah di atas muka bumi ini yang lebih aku sukai agar mereka terhina daripada penghuni rumahmu. Namun hari ini, tidak ada penghuni rumah di atas muka bumi ini yang lebih aku sukai agar mereka mulia daripada penghuni rumahmu.” Kemudian Hind mengatakan, “Sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang sangat kikir. Apakah aku berdosa jika memberi makan anak-anak kami dari sebagian hartanya?” Nabi bersabda kepadanya, “Tidak ada dosa atasmu jika engkau memberi makan mereka dari harta sekadar kebiasaan masyarakat setempat.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 5370

٥٣٧٠ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ يُوسُفَ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ هِشَامِ بۡنِ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: قَالَتۡ هِنۡدُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ أَبَا سُفۡيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ، فَهَلۡ عَلَيَّ جُنَاحٌ أَنۡ آخُذَ مِنۡ مَالِهِ مَا يَكۡفِينِي وَبَنِيَّ؟ قَالَ: (خُذِي بِالۡمَعۡرُوفِ). [طرفه في: ٢٢١١]. 
5370. Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari Hisyam bin ‘Urwah, dari ayahnya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: Hind mengatakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang sangat kikir. Apakah saya berdosa jika aku mengambil sebagian hartanya yang mencukupiku dan anakku?” Nabi bersabda, “Ambillah sekadar kebiasaan masyarakat setempat.”